Kab Malang, Bhirawa
Ratusan ribu kendaraan roda empat (R4) selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 yang keluar masuk gerbang Tol Lawang-Singosari-Pakis, Kabupaten Malang, serta Tol Kedungkandang, Kota Malang mencapai 903.952 kendaraan. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 17,28%, jika dibandingkan hari biasa.
”Jika kendaraan di jalur arteri yang menuju Malang juga dihitung, maka jumlah kendaraan R4 yang masuk Malang maka jumlahnya bertambah. Sedangkan jumlah kendaraan yang kita catat melalui empat gerbang tol itu, tidak termasuk kendaraan yang melalui arteri,” kata General Manager Operasi PT Jasamarga Pandaan-Malang, Muhammad Reza Pahlevi, Minggu (4/1), kepada wartawan.
Menurut Reza, jumlah kendaraan R4 yang masuk Malang melalui empat gerbang tol tersebut, sejak 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Berdasar hitungan di empat gerbang tol, mayoritas kendaraan melintasi gerbang tol Singosari, yakni sebanyak 250.904 kendaraan. Angka itu meningkat 23,54% jika dibanding hari biasa, sebab normalnya hanya ada 203.099 kendaraan yang melintas.
”Gerbang tol kedua yang banyak dilintasi kendaraan selama libur Natal dan Tahun baru (Natru), gerbang Tol Kedungkandang, yakni sebanyak 108.366 kendaraan, ada kenaikan sebesar 19,29%. Kemudian, gerbang Tol Pakis tercatat sebanyak 54.748 kendaraan dan gerbang Tol Lawang sebanyak 50.373 kendaraan,” jelas Reza.
Ditempat terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Malang, AKP Muhammadi Alif Chelvin Arliska menambahkan, selama Libur Nataru, kendaraan yang keluar Tol Singosari mayoritas menuju arah Kota Batu untuk berwisata.
Selain itu, dalam libur Nataru, ada lima trouble spot atau ada beberapa titik jalan yang sering terjadi kemacetan. Seperti di simpang empat Karanglo, simpang tiga Masjid Kembar, simpang empat Kepuharjo, simpang tiga Griya Permata Alam, hingga simpang tiga Karangploso, Kabupaten Malang. Sehingga untuk mengurangi trouble sport, maka pihaknya menyiagakan 30 personel pengurai kemacetan di lima titik itu.
”Sejak Operasi Lilin Semeru, kami telah mensiagakan sebanyak 30 personel untuk pengurai kemacetan di lima titik itu,” tuturnya.
Personil Polisi Lalu Lintas yang ditempatkan itu, jelas AKP Chelvin, untuk memantau dan mengkondisikan situasi ketika kendaraan mulai padat, terutama di jam-jam sibuk. Sejauh ini, pantauan arus lalu lintas di empat titik itu masih dalam situasi ramai lancar. Sedangkan skema lalu lintas yang kita terapkan agar tidak terjadi kemacetan, maka disiapkan jalur alternatif hingga skema buka-tutup jalan yang sudah disediakan belum sampai diterapkan.
”Dengan skema itu, tentunya telah mengurangi kemacetan di wilayah titik-titik kemacetan di libur Natal,” tandas Chelvin. [cyn.fen]

