32 C
Sidoarjo
Monday, April 13, 2026
spot_img

Lia Istifhama Apresiasi Penurunan Biaya Haji: Bukti Nyata Pemerintah Berpihak pada Rakyat

Gresik, Bhirawa

Kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sebesar Rp 2 juta per jemaah mendapat sambutan positif. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama, menilai langkah ini sebagai bukti nyata kepedulian negara dalam meringankan beban masyarakat.

“Ini merupakan kebijakan yang patut diapresiasi karena memberikan dampak langsung. Penurunan biaya tentu sangat membantu dan meringankan beban calon jemaah,” ujar politisi yang akrab disapa Ning Lia ini.

Menurutnya, keputusan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah yang nyata, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang tidak mudah. Hal ini sejalan dengan harapan masyarakat agar transformasi pelayanan haji terus berjalan menuju sistem yang lebih terjangkau, profesional, dan humanis.

“Berbagai inovasi yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah sangat membantu meringankan masyarakat,” tambahnya.

Langkah Strategis Jangka Panjang

Sikap serupa juga disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Sarikat Penyelenggara Umroh & Haji Indonesia, Adjie Mubarok. Ia menilai kebijakan ini menjadi kabar baik yang melegakan hati para calon jemaah.

Selain soal biaya, Lia Istifhama juga berharap pemerintah terus memprioritaskan peningkatan kualitas layanan. Evaluasi berkelanjutan perlu dilakukan agar penyelenggaraan haji semakin profesional dan berorientasi penuh pada kenyamanan jemaah.

Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo, penurunan biaya ini dilakukan meski terjadi kenaikan harga avtur global. Hal ini ditegaskan sebagai komitmen kuat untuk melindungi kepentingan rakyat.

Berita Terkait :  Perbanyak Bimtek bagi KDMP

“Walaupun harga avtur naik, kita pastikan biaya haji tahun 2026 turun sekitar Rp2 juta,” tegas Prabowo dalam rapat kabinet.

Ke depannya, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis jangka panjang. Mulai dari pengembangan lahan seluas 45 hektare di Makkah untuk perkampungan haji Indonesia, pembangunan menara hunian, hingga usulan terminal khusus bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi. Semua ini dilakukan demi meningkatkan efisiensi dan kenyamanan layanan ibadah haji ke depannya.  [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!