Pemkot Malang, Bhirawa
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang memastikan ketersediaan uang tunai layak edar selama bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Melalui program SERAMBI 2026 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri), BI Malang mengalokasikan dana sebesar Rp3,913 triliun, meningkat 6 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp3,675 triliun.
Kepala Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, mengutarakan penyediaan uang tunai ini merupakan bagian dari upaya memberikan makna di bulan penuh berkah.
Penyaluran dana tersebut dilakukan secara masif melalui sinergi dengan perbankan di wilayah kerja BI Malang, meliputi Kota/Kabupaten Malang, Kota Batu, Pasuruan, hingga Probolinggo.
“Kami menyiapkan tiga framework utama dalam pengelolaan uang Rupiah menjelang hari raya: ketersediaan uang berkualitas, sistem distribusi yang efisien melalui layanan kas prima, serta infrastruktur yang memadai berbasis teknologi,” ujar Indra Kuspriyadi saat peluncuran SERAMBI 2026 di Kantor BI Malang, Kamis (19/2).
Perluas Akses Penukaran di 50 Titik
Untuk memudahkan masyarakat, BI Malang bersama perbankan telah menyiapkan empat skema layanan penukaran:
- Layanan Kas Keliling Ritel: Beroperasi di 21 titik strategis mulai 19 Februari hingga 12 Maret 2026.
- Penukaran Terpadu: Digelar di Kantor BI Malang dan Gedung P3GI Kota Pasuruan pada 14-15 Maret 2026.
- Loket Perbankan: Sebanyak 50 titik kantor perbankan disiagakan pada 26-27 Februari dan 11-13 Maret 2026.
- Layanan Tematik: Penukaran di area publik seperti rest area jalan tol dan sinergi dengan dinas terkait.
Optimalisasi Aplikasi PINTAR
Guna menghindari antrean fisik dan menjamin keadilan distribusi, masyarakat wajib melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui situs PINTAR (pintar.bi.go.id). Penukar cukup membawa KTP asli dan bukti pemesanan sesuai jadwal yang dipilih.
“Aplikasi PINTAR adalah solusi agar masyarakat bisa menentukan jadwal dan lokasi sesuai preferensi mereka. Ini meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan kami,” tambah Indra.
Edukasi Belanja Bijak dan Digitalisasi
Di sisi lain, BI Malang juga gencar mengampanyekan gerakan “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”. Masyarakat diimbau untuk merawat fisik uang dengan metode ‘5 Jangan’ (Jangan dilipat, dicoret, distapler, diremas, dan dibasahi) serta waspada terhadap uang palsu melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).
Tak hanya soal uang kartal, Indra juga mendorong optimalisasi transaksi non-tunai melalui QRIS dan BI-FAST. Hal ini dilakukan untuk menekan risiko kriminalitas serta mempercepat perputaran ekonomi digital di wilayah Malang Raya dan sekitarnya.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk belanja bijak. Belanjalah sesuai kebutuhan, bukan keinginan, dan utamakan produk dalam negeri atau UMKM lokal untuk memperkuat ekonomi kitpa,” pungkasnya. [mut.kt]

