Surabaya, Bhirawa
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menilai sikap Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, yang menyampaikan surat duka kepada Pemerintah Republik Islam Iran atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai cerminan kepemimpinan negarawan yang menempatkan nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia di atas berbagai kepentingan geopolitik.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan pesan yang disampaikan Megawati tidak hanya merupakan ungkapan simpati atas wafatnya seorang pemimpin dunia, tetapi juga mengandung pesan moral yang penting bagi komunitas internasional di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
“Dalam situasi global yang penuh ketegangan seperti saat ini, pernyataan Ibu Megawati mengingatkan kembali bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui dialog, perundingan yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional. Ini adalah sikap kenegarawanan yang konsisten dengan tradisi diplomasi Indonesia sejak era Bung Karno,” ujar Deni Wicaksono, Rabu (4/3).
Dalam suratnya, Megawati menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada pemerintah dan rakyat Iran, serta mengenang Ayatollah Ali Khamenei sebagai seorang ulama sekaligus negarawan yang memimpin bangsanya dalam situasi geopolitik yang kompleks dan penuh tekanan.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga prinsip penyelesaian konflik melalui jalan damai serta menolak agresi militer sepihak yang dapat membahayakan stabilitas kawasan maupun dunia.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memandang bahwa sikap tersebut mencerminkan kesinambungan nilai-nilai yang sejak lama menjadi fondasi politik luar negeri Indonesia, yakni semangat kemerdekaan bangsa-bangsa, solidaritas antarnegara berkembang, serta komitmen terhadap perdamaian dunia.
Menurut Deni Wicaksono, pandangan Megawati tersebut juga sejalan dengan spirit Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, yang melahirkan Dasasila Bandung sebagai panduan etika hubungan internasional bagi negara-negara yang menolak kolonialisme, dominasi kekuatan besar, serta berbagai bentuk ketidakadilan global.
“Semangat Dasasila Bandung menempatkan penghormatan terhadap kedaulatan negara, penyelesaian sengketa secara damai, dan solidaritas antarbangsa sebagai prinsip utama. Dalam konteks krisis Timur Tengah hari ini, pesan yang disampaikan Ibu Megawati terasa relevan sebagai pengingat moral bagi dunia internasional,” jelasnya.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur juga melihat bahwa pandangan Megawati memperlihatkan kesinambungan pemikiran geopolitik Indonesia yang sejak awal dirintis oleh Bung Karno—yakni upaya membangun tatanan dunia yang lebih adil, bebas dari imperialisme dan hegemoni kekuatan besar, serta berpihak pada kemanusiaan universal.
“Kita melihat bagaimana Ibu Megawati tidak hanya berbicara sebagai tokoh politik nasional, tetapi sebagai seorang negarawan yang mengingatkan kembali arah moral dunia internasional: bahwa perdamaian harus dibangun melalui dialog dan penghormatan terhadap martabat setiap bangsa,” kata Deni.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berharap ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat segera mereda melalui jalur diplomasi dan perundingan damai, sehingga stabilitas kawasan dapat dipulihkan dan penderitaan masyarakat sipil dapat dihindari.
“Warisan pemikiran Bung Karno tentang persaudaraan bangsa-bangsa dan tatanan dunia yang lebih adil tetap relevan hingga hari ini. Nilai-nilai itulah yang kembali diingatkan oleh Ibu Megawati di tengah krisis global yang sedang terjadi,” tutup Deni Wicaksono. [geh.kt]


