27 C
Sidoarjo
Monday, February 23, 2026
spot_img

Langgar Panggung Kedungturi, Tempat Soekarno Kecil Ngaji di Ploso Jombang


Oleh:
Arif Yulianto, Kabupaten Jombang

Soekarno kecil pernah mengenyam masa jadi santri, tepatnya di Pondok Kedungturi, Ploso yang saat ini hampir dipastikan berada di lingkungan Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Polos Jombang. Bagaimana ceritanya?

Dituturkan , Keluarga Situs Persada Soekarno Kediri, Raden Mas Kuswartono mengungkapkan narasi sejarah yang penting tentang kaitan antara Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno atau Bung Karno dengan Ploso, Jombang.

Narasi yang diungkap itu adalah tempat mengaji Soekarno kecil sewaktu tinggal di Ploso, Jombang yang saat itu masuk wilayah Karesidenan Surabaya.

Kuswartono berujar, berdasarkan cerita tutur turun temurun di keluarganya, Soekarno kecil mengaji di sebuah Langgar (surau) panggung di Pondok Kedungturi.

Sekian lama, cerita itu tersimpan di memori Kuswartono. Dan pada akhirnya, tempat mengaji Soekarno kecil itupun terungkap. Yakni di Pondok Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah Losari, Ploso, Jombang.

“Kami mendapatkan cerita bahwa, Pondok Shiddiqiyyah ini dulunya bernama Pondok Kedungturi,” kata Kuswartono, Minggu (22/02).

“Nah dulu memang di pondok itu, ada sebuah langgar panggung yang dibangun oleh Mbah Syuhada’, seorang pengikut Pangeran Diponegoro,” ungkap Kuswartono.

Meskipun fisik bangunan langgar panggung itu kini telah tiada karena dipugar dengan didirikan sebuah masjid, namun pihak pondok masih menyisakan jejaknya dengan membuat gambarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan narasi sejarah yang berhasil ditelusuri para penelusur sejarah di Jombang, eksistensi Bung Karno di Ploso memang benar adanya.

Berita Terkait :  Tiga DPC PKB di Jatim Menyusul Laporkan Lukman Edy ke Polisi

Hal tersebut didasari karena ayah Bung Karno, Raden Soekeni Sosrodihardjo mulai berdinas sebagai mantri guru sekolah Ongko Loro di Ploso sejak 28 Desember 1901 hingga kemudian pindah ke Sidoarjo pada tahun 1907, sesuai beseluit atau Surat Keputusan (SK) dinas ayah Bung Karno tersebut.

Selain itu, juga ditemukan data tulisan tangan ayah Bung Karno yang menyatakan bahwa Bung Karno lahir pada tanggal 6 Juni 1902. Artinya, beberapa bulan setelah ayahnya pindah ke Ploso.

Kuswartono juga menuturkan jika dirinya bersama sejumlah pihak, termasuk para pemerhati dan penelusur sejarah di Jombang juga pernah mendapatkan cerita dari pengasuh Pondok Shiddiqiyyah, Kiai Muchtar Mu’thi bahwa Raden Soekeni juga memperdalam ilmu agama kepada ayahnya, Kiai Abdul Mu’thi sewaktu ayah Bung Karno tersebut tinggal di Ploso.

“Cerita ini kami dengar dari beliau beberapa kali. Beliau konsisten menceritakan dua hal. Pertama, ketika Raden Soekeni pindah ke Ploso anaknya masih satu, perempuan. Dan yang kedua, ketika di Ploso, ayah Bung Karno memperdalam ilmu agama kepada Kiai Abdul Mu’thi,” beber Kuswartono. [rif.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru