Kota Batu, Bhirawa
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu di bawah kepemimpinan Alfi Nur Hidayat telah melakukan kajian ulang terjadap Jl Rajekwesi atau Jalur Klemuk. Karena jalur ini dikenal sebagai jalur maut yang telah memakan banyak korban.
Hasilmya, DPUPR merencanakan pembuatan sistem trase berkelok untuk mengurangi tingkat kecuraman sekaligus menekan angka kerawanan. Rencana ini akan direalisasikan DPUPR di bawah kepemimpinan Esti Dwi Astuti yang telah ditetapkan sebagai Kepala DPUPR terhitung mulai Rabu (21/1) kemarin.
Pembuatan trase berlelok ini sebagai bentuk upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Karena jalur ini merupakan jalur satu arah dan menurun dengan kecuraman tinggi. Hal ini menimbulkan adanya resiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.
Adapun trase sendiri merupakan desain jalan berkelok-kelok yang dibuat agar tingkat kecuraman jalan bisa berkurang. Trase ini penting untuk meminimalkan risiko pengereman panjang atau teris- menerus yang selama ini kerap terjadi di Jalur Klemuk.
”Dengan kelok-kelok jalan ini akan mengurangi tingkat kecuraman sehingga pengguna jalan tidak perlu melakukan pengereman memanjang atau terus- menerus,” jelas Alfi.
Diketahui, selama ini kecelakaan di Jalur Klemuk yang sering terjadi adalah pengereman yang gagal fungsi atau rem blong. Hal ini diakibatkan pengguna jalan yang melakukan pengereman terus-menerus yang dimulai dari atas atau pintu masuk Jalur Klemuk,
Dan kejadian laka ini seringkali terjadi pada kendaraan roda dua khususnya jenis matik. ”Pengemudi melakukan pengereman pemanjang dari atas, terutama motor matik akan membuat sistem pengereman menjadi panas dan akhirnya gagal fungsi,” tambah Alfi.
Kondisi itulah yang kemudian memicu terjadinya rem blong hingga akhirnya terjadi kecelakaan. Dan agar pengereman panjang tidak diperlukan lagi maka DPUPR berinisiatif untuk menyediakan trase jalan berkelok sebagai penataan ulang trase alignment vertikal di ruas Jl Rajekwesi.
Saat ini DPUPR Kota Batu tengah berkoordinasi dengan Perhutani sebagai pihak pengelola hutan di Jalur Klemuk Karena secara teknis permasalahan di ruas Klemuk ada pada alignment vertikal. Kondisi jalan yang terlalu curam menjadi faktor utama tingginya potensi kecelakaan di jalur imi.
Ke depan, DPUPR akan melakukan penataan menyeluruh dan lebih baik terhadap trase jalan di jalur yang ada. Dan alignment jalan mencakup tata letak arah horizontal dan vertikal jalan. Dan hal ini berpengaruh langsung pada keamanan dan kenyamanan pengguna.
Dalam rencana penataan, DPUPR Kota Batu akan mengombinasikan alignment vertikal dan horizontal agar tingkat kecuraman jalan bisa diminimalisir. Namun demikian, Pemkot juga mengingatkan bahwa perbaikan infrastruktur yang dilakukan harus diimbangi dengan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu- lintas. [nas.fen]

