25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Kota Malang Lakukan Ground Checking Penerima Bansos

Pemkot Malang, Bhirawa
Ground checking penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Malang, dilakukan, ini untuk memstikan bansos tepat sasaran. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) mencatat ada ribu penerima bansos telah dihentikan.

Kepala Dinsos P3AP2KB, Donny Sandito mengutarakan, bahwa ribuan penerima bansos di Kota Malang diberhentikan berdasarkan data dari Kementerian Sosial.

Donny juga menyebutkan bahwa hal ini perlu dilakukan ground checking atau pengecekan lapangan guna memastikan data benar-benar akurat.

Pemkot Malang melakukan ground checking pada data yang tidak sesuai. Terdapat 4 ribu data eror dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) versi Pemkot 189 ribu.

Pihaknya belum bisa memastikan bahwa 4 ribu penerima itu termasuk kategori penerima bansos yang ketahuan bermain judi online (judol).

Seperti yang disebutkan oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, sebanyak 300 ribu penerima bansos diberhentikan karena digunakan bermain judol.

“Kami belum tahu itu termasuk yang bermain judol atau bukan, karena Kemensos belum merilis datanya,” terangnya, Rabu 10/9 kemarin

Donny juga menyebutkan beberapa kemungkinan ketidaksesuaian kategori penerima bansos. Misal, masyarakat yang tergolong di desil 5 (masyarakat rentan) namun tercatat pada desil 1 atau 2 (masyarakat miskin) atau sebaliknya.

Jadi. lanjutnya bisa saja salah sasaran atau tidak terdaftar pada semua desil. “Itu keputusan dari Kemensos untuk menghentikan mereka dari daftar penerima bansos,” jelasnya.

Berita Terkait :  Kodim 0813 Bojonegoro Berikan Wasbang ke Mahasiswa STIkes

Ia menambahkan bahwa bagi masyarakat yang merasa berhak tetapi tidak masuk ke dalam daftar penerima, dia memastikan masih ada kesempatan untuk mendaftar ulang.

Pendaftaran bisa dilakukan secara mandiri melalui cekbansos maupun lewat pendampingan PKH.

“Tentu kami juga perlu penyelarasan, melalui musyawarah kelurahan (muskel) untuk perbaikan data, termasuk ground checking,” tambahnya.

Selain fokus pada ketepatan data penerima bansos, Pihaknya juga mendorong penerima untuk mengikuti graduasi.

“Target kami, setiap tahun 130 keluarga penerima manfaat yang lulus program bantuan. Tahun 2025 sudah berjalan, dan tahun 2026 Insyaallah target itu juga bisa tercapai,” timpal Donny.

Mantan Kabag Humas Pemkot Malang itu, menegaskan bahwa saat ini tingkat kemiskinan di Kota Malang mulai turun. Dari sebelumnya 4, 27 persen angka kemiskinan berhasil turun menjadi 3,91 persen. [mut.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru