25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Komisi IV DPRD Gresik Desak Dinsos Turun Desa Agar Bansos Tepat Sasaran

DPRD Gresik, Bhirawa
Pemerintah sudah melakukan berbagai langkah, untuk data bantuan sosial ke dalam aplikasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), menegaskan pentingnya akurasi data sosial ekonomi masyarakat sebagai dasar penyaluran bantuan. Dan Dinas Sosial (Dinsos) lebih intens turun ke desa melakukan evaluasi, secara berkala agar tepat sasaran.

Komisi IV DPRD Gresik, Muchamad Zaifudin mengatakan, bahwa para operator desa agar rutin melakukan verifikasi dan validasi (verval) data warga. Penting agar seluruh bantuan sosial, yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Selain DTSEN, Kabupaten Gresik juga memiliki aplikasi lokal bernama GresikSoya. Aplikasi ini berfungsi sebagai basis data kemiskinan versi daerah, yang hampir serupa dengan DTSEN, namun disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat Gresik.

“DTSEN merupakan penggabungan sejumlah data, mulai dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Program Keluarga Harapan (PKH), hingga data kemiskinan ekstrem. Seluruh data tersebut kini terpusat dalam satu sistem nasional. Sekarang data ini masih dalam tahap penyempurnaan, untuk masyarakat yang benar-benar miskin. Namun justru masuk pada desil 6 sampai 10,” ujarnya.

Untuk GresikSoya, lebih valid karena mengacu pada DTSEN dan menyasar masyarakat miskin. Belum masuk desil atau berada di desil 6 sampai 10, berdasarkan jumlah data di ada 142.107 orang data miskin. Tahap dua periode tahun 2025, kemudian untuk bantuan sosial harus tepat sasaran.

Berita Terkait :  Giliran Siswa SMK Sore Tulungagung Diduga Keracunan MBG

“Berharap Dinas Sosial Kabupaten Gresik, lebih intens turun ke desa-desa untuk melakukan evaluasi dan pembaharuan data DTSEN. Secara berkala, sehingga penyaluran bantuan sosial ke depan benar-benar tepat sasaran. Adil bagi masyarakat yang membutuhkan, terdata dengan baik,” ungkapnya.

Ditambahkan Muchamad Zaifudin, bahwa untuk masuk dalam sistem GresikSoya terdapat 21 indikator yang digunakan. Mulai dari kategori sangat miskin, miskin, pra sejahtera, hingga mampu.

Proses pendataan dilakukan secara langsung melalui kepala desa, RT, dan RW dengan metode door to door ke rumah warga. Jika miskin harus masuk desil 1 sampai 4, dan jika sudah mampu atau kaya masuk di desil 6 sampai 10 dan Data ini harus dinamis. [kim.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru