32 C
Sidoarjo
Tuesday, March 31, 2026
spot_img

Kolaborasi PSEL Jatim, Teroboson Gubernur Khofifah Dapat Dukungan Senator Lia untuk Solusi Lingkungan dan Energi

Gresik, Bhirawa

Langkah progresif Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam menginisiasi kerja sama Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mendapat dukungan luas. Salah satunya datang dari Anggota DPD RI Lia Istifhama, yang menilai kebijakan ini sebagai terobosan strategis dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus ketahanan energi.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) PSEL, yang melibatkan tujuh kepala daerah di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3) malam. Dan turut disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq.

Menurut Lia Istifhama, kolaborasi lintas daerah yang digagas Pemprov Jatim menunjukkan kepemimpinan yang adaptif dan visioner di tengah tantangan pengelolaan sampah perkotaan yang semakin kompleks.

“Ini bukan sekadar program lingkungan, tetapi sebuah lompatan besar menuju masa depan energi berkelanjutan. Ibu Khofifah berhasil mengubah cara pandang kita, bahwa sampah bukan lagi beban, melainkan potensi energi yang sangat bernilai,” ujar Lia.

Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif antar daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi PSEL, terlebih dengan adanya ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.

“Sinergi Surabaya Raya dan Malang Raya ini sangat tepat. Dengan kekuatan bersama, keterbatasan masing-masing daerah justru bisa diubah menjadi keunggulan kolektif,” tegasnya.

Diketahui, kawasan Surabaya Raya memiliki total pasokan sampah sekitar 1.100 ton per hari, yang berasal dari Kota Surabaya (600 ton), Kabupaten Gresik (250 ton), Kabupaten Sidoarjo (150 ton), dan Kabupaten Lamongan (100 ton). Lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Berita Terkait :  Pers Jadi Mitra Strategis Pendidikan Jawa Timur

Sementara itu, kawasan Malang Raya mencatatkan total pasokan sekitar 1.138,9 ton per hari, terdiri dari Kabupaten Malang (600 ton), Kota Malang (500 ton), dan Kota Batu (38,09 ton). Proyek PSEL akan dibangun di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Ning Lia menilai, keberhasilan Jawa Timur dalam pengelolaan sampah selama ini menjadi fondasi kuat bagi implementasi program tersebut. Ia merujuk pada capaian pengelolaan sampah Jawa Timur yang mencapai 52,7 persen—tertinggi secara nasional dan jauh melampaui rata-rata nasional sebesar 24,95 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Jawa Timur sudah berada di jalur yang tepat. PSEL akan semakin memperkuat posisi Jatim sebagai role model nasional dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan tata kelola program berjalan akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi. Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, program ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Yang dilakukan Ibu Khofifah ini bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!