30 C
Sidoarjo
Sunday, March 1, 2026
spot_img

Kolaborasi Internasional UKWMS Dorong Kampus Inklusif bagi Mahasiswa Disabilitas


Surabaya, Bhirawa
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) kolaborasi bersama Cardiff University dan Edinburgh Napier University menyelenggarakan Training and Workshop bertajuk “Findings on Barriers & Social Model of Disability with Activities & Campaigns” di Ruang Widya Manggala, Widya Mandala Hall Kampus UKWMS Pakuwon City, Surabaya.

Kolaborasi jadi ruang bersama memaparkan hasil riset internasional sekaligus merancang strategi kampanye untuk mendorong terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Sabtu, (28/2/2026)

Wakil Rektor I UKWMS, Dr. F. V. Lanny Hartanti, S.Si., M.Si., mengatakan Acara ini jadi kesempatan baik saling belajar memahami kebutuhan teman-teman disabilitas, terutama para mahasiswa, Inklusi disabilitas ialah tanggung jawab Bersama.

“Strategi kampus lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, melalui penguatan akses pendidikan tinggi setara dan kolaborasi global dalam praktik inklusi sosial,” jelasnya.

Lanny menegaskan kampus berkotmitmen membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan, di mana setiap individu memiliki kesempatan sama untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal dalam masyarakat.

Cardiff University Business School, UK, Dr. Zoe Lee dan dari Edinburgh Napier University Business School, UK, Prof. Nathalia Tjandra, memaparkan berbagai hambatan yang masih dihadapi penyandang disabilitas serta penerapan Social Model of Disability dalam konteks pendidikan tinggi.

Zoe menambahkan program penelitian mengusung nama Sahabat-ID, berharap semua dapat menjadi sahabat yang mampu membantu, mendampingi, dan melindungi teman-teman disabilitas.

Berita Terkait :  Anggota Komisi A DPRD Surabaya Dorong Layanan Pemkot Lebih Baik

“Melalui pendekatan Model Sosial Disabilitas, bukan sebagai keterbatasan individu, tapi konsekuensi dari hambatan sosial dan struktural yang membutuhkan perubahan sistemik di tingkat institusi, pendekatan tersebut sejalan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menempatkan kesetaraan akses dan partisipasi sebagai fondasi utama lingkungan pendidikan yang adil dan inklusif,” imbuh Zoe. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!