24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Kolaborasi Dinkes IDI dan IIDI Menuju Gresik Bebas Tuberkulosis


Gresik, Bhirawa
Untuk memenuhi target Gresik bebas penyakit tuberkulosis ( TB ) tahun 2028, lebih cepat dua tahun dari target Nasional yang dicanangkan Indonesia bebas TB tahun 2030, Dinas Kesehatan (Dinkes) kolaborasi dengan IDI, IIDI serta lembaga kesehatan lainnya melalukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang pencegahan penyakit Tuberkulosis (TB) di Car Free Day (CFD).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Gresik Dr. Mukhibatul Khusnah mengatakan, bahwa kegiatan sesuai dengan radiogram Kementerian Kesehatan tentang penanggulangan penyakit.

Dan sosialisasi penyakit TB kepada masyarakat target eliminasi bebas TB tahun 2028. Sedangkan eliminasi TB nasional 2030, dua tahun lebih cepat karena itu masif melakukan berbagai cara, seperti melakukan edukasi dan sosialisasi ke warga.

Sekarang gencar melakukan sosialisasi, agar masyarakat tahu bahaya TB. Langkah yang ditempuh untuk menurunkan TB di Gresik, bisa melalui sosialisasi seperti ini di CFD. Agar target tercapai, untuk langkah yang dilakukan dengan cara menemukan sebanyaknya penderita TB. Dan segera mengobati penderita sampai sembuh, mengurangi atau mencegah penularannya dan menscreening.

“CFD mempunyai makna yang bagus karena masyarakat berkumpul, sehingga bagus untuk kami melakukan sosialisasi pencegahan penyakit TB ini. Banyak orang berkumpul di sini, tapi sosialisasi kami tidak hanya di sini saja tentunya. Akan dinlakukan di lain tempat, dari kecamatan hingga pelosok desa.”ujarnya.

Ditambahkan Dr. Mukhibatul Khusnah, bahwa screening bisa di lakukan di seluruh tempat di Gresik seperti Puskesmas, Desa, Kecamatan dan lainnya seperti di CFD ini. Setelah dilakukan screening, kemudian diedukasi agar yang positif TB bisa berobat, dan didampingi keluarga, apabila penderita butuh pendampingan, tenaga kesehatan selalu siap.

Berita Terkait :  Antisipasi Banjir, Koramil 0815/09 Mojosari, dan BPD Bersihkan Sungai Sadar

Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Gresik Dr. Titin Ekowati mengatakan bahwa , permasalahan penyakit TB, IDI dan IIDI ikut berperan aktif dalam percepatan eliminasi TB di Gresik tahun 2028. Sosialisasi tentang hidup sehat ke masyarakat, sebab keluarga berperan penting juga dalam mencegah penularan dan penyembuhan TB.

“IDI maupun IIDI berperan aktif berpartisipasi dan sosialisasi tentang TB, dengan memberikan penyuluhan ke masyarakat tentang bahaya penularannya. Dan pencegahanya, melalui cara hidup sehat, pola makan sehat kepada masyarakat (keluarga),”ungkapnya. [kim.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru