Oleh:
Irvan Cholis, Kediri
Harapan warga Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri untuk memiliki jembatan penghubung antar wilayah akhirnya segera terwujud. Jembatan Gantung Perintis Garuda akan dibangun melintasi Sungai Kembangan, menghubungkan Desa Keling dengan Desa Klampisan, Kecamatan Kandangan.
Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Ragil Jaka Utama, meninjau langsung progres awal pembangunan jembatan yang mulai dikerjakan sejak Minggu (14/12).
Pembangunan ini merupakan bagian dari program bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang berfokus pada penguatan infrastruktur pedesaan guna mendorong pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil.
“Pembangunan jembatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperlancar roda perekonomian masyarakat. Akses ini juga sangat dibutuhkan oleh para pelajar karena dapat memangkas jarak tempuh menuju sekolah,” ujar Letkol Inf Ragil saat peninjauan, Senin (29/12).
Ia menjelaskan, selama ini puluhan siswa harus menempuh jarak memutar sekitar 4 kilometer dan melewati jalan raya yang berisiko tinggi. Dengan adanya jembatan gantung ini, risiko tersebut dapat diminimalkan.
“Anak-anak tidak perlu lagi memutar jauh atau melewati jalan besar yang membahayakan,” tambahnya.
Selain menunjang aktivitas pendidikan, Jembatan Gantung Perintis Garuda juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Infrastruktur ini akan mempermudah mobilitas kendaraan roda dua serta membuka akses warga menuju sektor pertanian dan usaha lainnya.
“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan kebersamaan masyarakat Desa Keling dan Desa Klampisan,” tegas Dandim.
Dalam kegiatan tersebut, Letkol Inf Ragil Jaka Utama juga mengikuti video conference rapat koordinasi bersama Mayjen TNI Budi Hariswanto (Kapusziad) dan Kolonel Inf Tri Aji Sartono (Paban II/Puanter Sterad) untuk menerima arahan dan paparan terkait program pembangunan.
Sementara itu, perwakilan Vertical Rescue Indonesia, Anom Suroso, menjelaskan bahwa jembatan dirancang khusus untuk kendaraan roda dua dengan sistem deadman menggunakan jangkar (anchoring). Jembatan memiliki panjang bentang sekitar 40 meter dan lebar 1,2 meter.
“Jembatan ini dapat dilalui kendaraan roda dua secara bergantian,” tambahnya.
Kepala Desa Keling, Imam Fatoni, menyampaikan rasa syukur dan antusiasme masyarakat atas pembangunan tersebut. Ia menyebut warga siap bergotong royong demi kelancaran proses pembangunan.
“Jembatan ini sangat dinantikan karena akan mempercepat akses ke lahan pertanian serta aktivitas warga antar kecamatan,” pungkasnya. [van/nov.gat]


