28 C
Sidoarjo
Monday, April 6, 2026
spot_img

Kerja Sama 11 RS Imunisasi, Temukan 61 Suspek Campak, Ada 1.400 Anak yang Belum Tervaksin


Kota Malang, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat mengantisipasi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak. Hingga akhir Maret 2026, tercatat sebanyak 61 kasus suspek campak ditemukan tersebar di 16 wilayah kerja Puskesmas di Kota Malang.

Menyikapi temuan tersebut, Pemkot Malang menggelar Imunisasi Kejar atau Catch Up Campaign (CUC) secara serentak mulai 1 hingga 7 April 2026. Langkah ini diambil untuk menutup celah penularan, terutama bagi balita yang belum mendapatkan dosis vaksin secara lengkap.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa percepatan imunisasi merupakan harga mati untuk memutus rantai penyebaran virus yang dikenal sangat menular tersebut.

“Campak ini penularannya sangat cepat. Satu-satunya langkah paling efektif dan efisien untuk melindungi anak-anak kita adalah melalui imunisasi. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Kota Malang yang terlewat,” tegas Wahyu Hidayat, Senin (6/4) kemarin.

Berdasarkan data verifikasi tahun 2026, teridentifikasi sekitar 1.400 anak dari total 12.000 sasaran di Kota Malang yang status imunisasinya belum lengkap. Kelompok inilah yang dinilai paling rentan menjadi titik masuk penyebaran virus di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menjelaskan bahwa 61 kasus tersebut dikategorikan suspek berdasarkan gejala klinis, seperti munculnya ruam kulit yang khas. Saat ini, pihaknya tengah menunggu konfirmasi lebih lanjut melalui uji laboratorium.

Berita Terkait :  Gubernur Khofifah di Wisata Bromo, Jembatan Kaca Seruni Point Bromo Perkuat Magnet Pariwisata Jawa Timur

“Status suspek ditetapkan karena ada gejala fisik. Mengingat komplikasi campak bisa sangat serius bahkan berisiko kematian bagi anak yang tidak memiliki kekebalan, maka deteksi dini dan respons cepat wajib dilakukan,” ujar dr. Husnul.

Ia menambahkan, meski capaian Outbreak Response Immunization (ORI) sebelumnya telah mencapai 95,6 persen-di atas ambang batas kekebalan kelompok (herd immunity)-munculnya kasus baru menunjukkan masih adanya kantong-kantong kerentanan.

Terkait kendala di lapangan, dr. Husnul mengakui masih adanya keraguan sebagian kecil masyarakat terhadap vaksinasi. Untuk itu, pihaknya menginstruksikan pendekatan persuasif dengan melibatkan lintas sektor.

“Kami terjunkan tim untuk edukasi door-to-door. Kami juga merangkul tokoh agama dan tokoh pendidikan untuk memberi pemahaman bahwa imunisasi ini demi masa depan anak. Target kami, seluruh anak dalam sasaran CUC usia 9 hingga 59 bulan ini segera tervaksin 100 persen untuk mencegah KLB,” pungkasnya.

Kerja sama 11 Rumah Sakit
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus bergerak cepat dalam menanggulangi ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di wilayahnya. Melalui program strategis Crash Uptake Campaign (CUC) atau Kejar Serentak Campak, otoritas kesehatan setempat resmi menggandeng 11 rumah sakit (RS) mitra guna mempercepat sekaligus memperluas cakupan imunisasi pada anak.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan dasar bagi anak-anak di Kota Malang tercapai secara merata. Sasaran utama program ini adalah balita usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi Campak-Rubella (MR) secara lengkap, baik dosis pertama (MR1) maupun dosis kedua (MR2).

Berita Terkait :  Pendam V/Brawijaya, Kolonel Inf Herbeth Andi Amino Sinaga, Peran Media Massa Elemen Strategis Dukung Tugas TNI

“Imunisasi kejar MR dari pemerintah ini dibatasi hingga usia 59 bulan. Kami sangat berharap masyarakat memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin untuk melindungi buah hatinya dari risiko penularan yang membahayakan,” ujar Husnul saat memberikan keterangan resmi, Senin (6/4).

Berdasarkan data terbaru, antusiasme masyarakat cukup tinggi dengan tercatatnya 158 anak yang telah terdaftar di 11 RS penyelenggara. Salah satu titik layanan dengan pendaftar tertinggi adalah RSIA Melati Children Hospital yang mencatat sebanyak 89 peserta. Sebagai bentuk dukungan, Dinkes telah menyalurkan 9 vial vaksin ke rumah sakit tersebut.

Direktur RSIA Melati Children Hospital, dr. Eko Yuli Yanto Prabowo, menyatakan komitmen penuhnya dalam menyukseskan program CUC ini. Menurutnya, campak bukan sekadar penyakit kulit dengan gejala ruam biasa, melainkan ancaman serius yang dapat memicu komplikasi fatal.

“Campak sangat mudah menular dan berisiko menimbulkan komplikasi berat seperti pneumonia atau radang paru, diare hebat, hingga radang otak. Oleh karena itu, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk melindungi anak-anak kita,” tegas dr. Eko.

Dalam teknis pelaksanaannya, Dinkes Kota Malang melakukan pemantauan harian guna memastikan ketersediaan logistik vaksin dan kelancaran layanan. Koordinasi intensif juga dijalin dengan petugas penanggung jawab (PIC) di setiap lokasi, di mana pembukaan satu vial vaksin minimal diperuntukkan bagi lima anak guna efisiensi dosis.

Masyarakat tetap diberikan kemudahan untuk mendaftarkan buah hatinya melalui tautan daring yang telah disediakan secara terbuka. Selain itu, bagi orang tua yang datang langsung ke fasilitas layanan kesehatan tetap akan dilayani secara optimal.

Berita Terkait :  Diskop Jatim Dorong Strategi Pemberdayaan Eko-Tren di Rakor OPOP Jatim

11 RS mitra yang disiagakan dalam program CUC ini meliputi: RSIA Melati Children Hospital, RS Hermina Tangkubanprahu, RS Panti Waluya Sawahan (RKZ), RSI Unisma, RS UMM, RSIA Refa Husada, RSIA Mardi Waloeja Rampal, RSIA Mawar, RSIA Husada Bunda, RSIA Puri Bunda, dan Persada Hospitalmut. [mut.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!