Surabaya, Bhirawa
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim) Aries Agung Paewai mengapresiasi kepala sekolah asal Jatim yakni Marta Mila Sugesti yang lolos seleksi Kepala SMA Unggul Garuda dan ditempatkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April 2026.
“Dari proses yang panjang, satu perwakilan Jatim dinyatakan lolos. Ini menunjukkan kualitas kepala sekolah kita tidak perlu diragukan,” ujar Aries di Surabaya, Senin (13/4).
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebelumnya mengumumkan hasil rekrutmen bakal calon kepala SMA Unggul Garuda Baru. Dari Jatim, Marta Mila Sugesti menjadi satu-satunya kepala sekolah yang lolos dan ditempatkan di Timor Tengah Selatan, NTT, mulai 1 April 2026.
Aries menyebut sejak awal terdapat tujuh pendaftar dari Jatim yang mengikuti seleksi nasional tersebut. Menurut dia, proses seleksi berlangsung ketat, termasuk syarat kemampuan Bahasa Inggris melalui standar IELTS, TOEFL iBT, PTE, dan TOEFL ITP.
Ia menegaskan capaian tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan Disdik Jatim, mencakup penguatan kompetensi manajerial, kepemimpinan, dan inovasi kepala sekolah.
“Berbagai program pelatihan telah memacu kepala sekolah untuk terus berprestasi dan mengelola sekolah dengan baik. Ini yang membuat mereka siap bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Sementara itu Marta Mila Sugesti yang saat ini menjabat Kepala SMAN 1 Tanggul Jember menyebut proses seleksi menjadi pengalaman berharga, sekaligus tantangan dalam menguji kesiapan memimpin sekolah berstandar global.
“Seleksi ini bukan hanya menguji kompetensi, tetapi juga kesiapan kami dalam memimpin sekolah berstandar global. Mulai dari administrasi, tes substansi, hingga presentasi dalam Bahasa Inggris menjadi proses pembelajaran yang sangat bermakna,” ujarnya.
Ia menambahkan motivasinya mengikuti seleksi didorong oleh komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai learning leader, agen perubahan, dan penggerak ekosistem pendidikan.
“Saya meyakini kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan kurikulum, tetapi juga kepemimpinan yang mampu mendorong inovasi, kolaborasi, dan budaya belajar yang kuat,” katanya. [ant.wwn]


