29 C
Sidoarjo
Wednesday, April 1, 2026
spot_img

Kemensos Desain Ulang Pola Kerja Efisien dan Produktif Digital

Jakarta, Bhirawa

Kementerian Sosial (Kemensos) mendesain ulang pola kerja aparatur menjadi lebih produktif berbasis digital dengan memilah aktivitas yang dapat dilakukan secara daring dan yang tetap harus dilaksanakan secara langsung.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan penataan pola kerja tersebut merupakan bagian dari transformasi budaya kerja nasional yang menekankan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Negara sedang bertransformasi menuju produktivitas yang efisien,” kata dia dalam rapat dinas bersama jajaran Eselon I dan II, kepala biro, kepala sentra dan balai se-Indonesia di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu.

Meski demikian dalam rapat tersebut, Saifullah menekankan bahwa efisiensi tidak boleh dimaknai sebagai penurunan komitmen pelayanan publik, khususnya pada program-program prioritas Kementerian Sosial.

“Prinsip kita adalah Kemensos hemat, layanan tetap hebat. Jangan ada layanan yang libur ketika WFH. Hari Jumat akan dioptimalkan sebagai ‘Jumat Produktif Digital’ yakni untuk penyelesaian laporan, evaluasi kinerja, rapat daring, konsolidasi administrasi, serta tindak lanjut pekerjaan mingguan,” kata dia.

Dia memastikan bahwa program seperti bantuan sosial, rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, respons kebencanaan, hingga layanan pengaduan masyarakat harus tetap berjalan optimal dalam skema kerja baru tersebut.

“Prinsip kita adalah Kemensos hemat, layanan tetap hebat. Jangan ada layanan yang libur ketika WFH,” kata dia, seraya meminta efisiensi dalam perjalanan dinas dan penggunaan fasilitas kantor, termasuk pembatasan kendaraan dinas serta pengendalian penggunaan energi seperti listrik, air, dan pendingin ruangan.

Berita Terkait :  BKSAP DPR RI Perkuat Peran Second Track Diplomacy dalam Hubungan Indonesia – Turki

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico menambahkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan mekanisme pengawasan yang lebih ketat agar pelaksanaan kerja dari rumah tidak disalahartikan sebagai kesempatan memperpanjang akhir pekan.

Adapun sistem absensi akan dilengkapi dengan titik lokasi, bahkan disiapkan check point tambahan di tengah hari untuk memastikan pegawai tetap bekerja dari lokasi yang telah ditentukan.

Langkah tersebut dinilai penting agar Kementerian Sosial bisa menunjukkan bahwa transformasi budaya kerja berjalan serius, akuntabel, dan menghasilkan penghematan yang nyata.

“Supaya nanti saat evaluasi kita bisa menunjukkan hasil. Tidak hanya kualitatif, tetapi kuantitatifnya juga bisa ditampilkan dengan cukup baik,” ujarnya. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!