Gresik, Bhirawa
Kementerian Sosial (Kemensos) RI bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik menyosialisasikan penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kegiatan bertema “Kolaborasi Program Prioritas Presiden, Dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi” digelar di Gedung Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik, dengan menghadirkan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, serta perwakilan berbagai pihak terkait.
Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan pentingnya mengakhiri ego sektoral data sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025. Mulai tahun ini, data kemiskinan dipusatkan pada BPS dan disajikan dalam peringkat desil 1 hingga 10.
“Data kemiskinan bersifat dinamis, sehingga perlu pemutakhiran terus-menerus melalui jalur formal maupun partisipasi masyarakat. Semua elemen dari tingkat desa hingga Dinas Sosial harus bersinergi untuk menghadirkan data akurat,” ujarnya.
Hasil pemutakhiran data dari desa akan diolah di Jakarta dan disajikan setiap tiga bulan sekali. Gus Ipul menambahkan, data yang akurat akan menghindari kesalahan sasaran, dan masyarakat dapat melaporkan ketidaksesuaian bantuan melalui Aplikasi Cek Bansos.
Wakil Bupati dr. Asluchul Alif menyampaikan tren positif penanggulangan kemiskinan di Gresik, dengan persentase penduduk miskin turun dari 10,32 persen (Maret 2024) menjadi 9,95 persen (Maret 2025), atau sebanyak 131.807 jiwa. Namun, berdasarkan data riil melalui Aplikasi Gresik Soya, jumlah penduduk miskin mencapai 142.107 jiwa.
Berdasarkan SIKS-NG, sebanyak 541.714 jiwa berada pada desil 1 hingga 4. Saat ini hanya 25,39 persen di antaranya yang menerima bantuan sosial (PKH 55.300 KPM, sembako/BPNT 82.258 KPM, dan PBIJK 610.294 jiwa), sementara 74,61 persen atau 404.156 jiwa belum mendapatkan bantuan.
Terkait Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik, seluruh 75 siswa tetap aktif tanpa ada yang mengundurkan diri. Orang tua siswa juga telah menerima bantuan modal usaha sebesar Rp391.853.366. Progres pembangunan gedung permanen di Desa Raci Tengah mencapai 27,36 persen, dengan harapan bisa digunakan pada tahun ajaran baru 2026–2027.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyaksikan penampilan siswa SRMA 37 dan paduan suara pilar sosial Gresik, serta melakukan dialog dengan kepala sekolah untuk mengetahui perkembangan program. [kim.kt]


