Jakarta, Bhirawa
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 10 Tahun 2026 guna memastikan pembelajaran tatap muka atau luar jaringan (luring) di sekolah tetap berjalan normal sekaligus mendukung kebijakan hemat energi.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan SE tersebut memuat tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka dalam upaya optimalisasi capaian belajar dan penguatan karakter di sekolah.
“Pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas. Di saat yang sama, kami mendorong satuan pendidikan untuk turut berperan aktif dalam mendukung kebijakan efisiensi energi melalui pembiasaan perilaku hemat dan ramah lingkungan di sekolah,” ujar Mu’ti di Jakarta pada Rabu (1/4).
Dalam kebijakan tersebut, pihaknya menerapkan pola kerja work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) selama satu hari dalam 5 hari kerja, serta mendorong efisiensi di berbagai sektor, termasuk penggunaan energi dan mobilitas.
Namun demikian, Mu’ti menegaskan sektor pendidikan dasar dan menengah tetap menjalankan kegiatan belajar secara langsung di masing-masing satuan pendidikan. Pihaknya memandang keberlangsungan pembelajaran tatap muka merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas layanan publik di bidang pendidikan, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Selain itu, kegiatan nonakademik seperti olahraga, ekstrakurikuler, dan pengembangan prestasi siswa juga tetap dapat dilaksanakan tanpa pembatasan, sebagai bagian dari pembelajaran yang holistik.
Karena itu dalam SE tersebut, ia mengimbau satuan pendidikan untuk mengoptimalkan penggunaan energi secara bijak. Beberapa langkah yang diimbau untuk dilakukan ialah pembiasaan penggunaan moda transportasi ramah lingkungan ke sekolah, seperti berjalan kaki, bersepeda, berbagi tumpangan, atau penggunaan transportasi publik, dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kondisi setempat, mematikan lampu, pendingin ruangan, kipas angin, dan perangkat listrik lain saat tidak digunakan, memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami pada siang hari hingga pengaturan penggunaan pendingin ruangan secara efisien sesuai kebutuhan.
Kemendikdasmen juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, hingga orang tua, untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan pembelajaran serta mendukung kebijakan nasional yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan energi.
“Dengan sinergi seluruh pihak, diharapkan layanan pendidikan tetap berjalan optimal, sekaligus berkontribusi dalam upaya nasional mewujudkan efisiensi dan keberlanjutan,” kata Mu’ti. [ant.wwn]


