28 C
Sidoarjo
Monday, April 6, 2026
spot_img

Kemdikdasmen Tugaskan 150 Alumni LPDP Jadi Pejuang Digital di Daerah 3T


Kemendikdasmen, Bhirawa
Kemendikdasmen bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali memperkuat transformasi pendidikan melalui penugasan 150 alumni LPDP dalam program Alumni Pejuang Digital.

Para alumni akan bertugas selama 12 Minggu di 150 SD pada 4 Kabupaten di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yakni Merauke (Maluku Utara), Halmahera Utara (Papua Selatan), Kupang (Nusa Tenggara Timur) dan Sumedang (Jawa Barat).

Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemanfaatan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) yang telah didistribusikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kehadiran para alumni bukan untuk menggantikan peran guru melainkan sebagai mitra strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna.

“Peserta hadir bukan sebagai pengganti guru, tetapi sebagai teman belajar digital dan mitra inovasi untuk bersama sama menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan bagi murid,” ujar Mendikdasmen saat memberikan sambutan.

Ia juga menekankan bahwa para alumni LPDP merupakan putra-putri terbaik bangsa yang memilih kembali dan mengabdi setelah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Program ini dirancang dengan 4 fokus utama yaitu pembiasaan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, penguatan kompetensi guru melalui praktik pembelajaran interaktif, pengembangan budaya digital di sekolah, serta penyusunan strategi digitalisasi yang berkelanjutan.

Untuk memastikan kesiapan di lapangan, para peserta telah mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pedagogi, pengoperasian perangkat digital, kurasi konten pembelajaran, hingga praktik mengajar atau microteaching. Setiap alumni akan ditempatkan di 1 sekolah agar pendampingan berlangsung optimal dan berdampak langsung.

Berita Terkait :  Bahas Strategi Pengentasan Kemiskinan, Kemenko PMK Gelar Seminar Nasional di Unigoro

Pemanfaatan IFP menjadi pintu masuk penting dalam mendorong transformasi pembelajaran. Perangkat ini memungkinkan guru menghadirkan materi melalui video, gim edukatif serta konten interaktif yang mendukung peningkatan literasi dan numerasi murid. Namun, distribusi perangkat saja tidak cukup, sehingga diperlukan pendampingan agar teknologi benar benar digunakan secara efektif di kelas.

Alumni LPDP ITB, San Paris, yang akan bertugas di Halmahera Utara mengaku termotivasi untuk kembali ke daerah asalnya dan berkontribusi langsung bagi pendidikan. Ia menilai pelatihan yang diterima membantunya memahami pendekatan pedagogi meskipun berlatar belakang non-kependidikan. Ia berharap dapat mendampingi guru dengan pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan.

Sementara itu, Oki Ramadani alumni University of Sheffield, yang akan bertugas di Merauke, menaruh harapan besar pada peningkatan kepercayaan diri siswa melalui pemanfaatan teknologi. Menurutnya, akses terhadap perangkat digital seperti IFP akan membantu siswa lebih akrab dengan teknologi sehingga tidak tertinggal dibandingkan dengan daerah lain.

Program Alumni Pejuang Digital diharapkan diharapkan menjadi penggerak perubahan dalam lingkungan pendidikan, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pemerintah, sekolah dan masyarakat. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!