25 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

Kejar Target Pengurangan Sampah, Pemkab Pasuruan Siapkan Insinerator Zero Waste Rp15,2 M


Kab Pasuruan, Bhirawa
Pemkab Pasuruan mengintensifkan upaya pengurangan timbunan sampah melalui penguatan teknologi pengolahan berbasis zero waste. Pemkab Pasuruan mengusulkan penambahan insinerator ramah lingkungan dengan nilai anggaran mencapai Rp 15,2 miliar pada 2026.

Langkah itu sejalan dengan target nasional pengurangan sampah yang terus di dorong pemerintah pusat di berbagai daerah.

Sebelumnya, tiga unit insinerator dibelanjakan pada tahun lalu sebagai bagian dari strategi menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, Nur Kholis menyatakan penempatan insinerator rencananya ditempatkan di empat kecamatan, yakni Tosari, Puspo, Lekok dan Bangil.

Penempatan empat kawasan tersebut dinilai memiliki produksi sampah domestik cukup tinggi.

“Tujuan utamanya adalah pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Kami ingin menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA sekaligus mengurangi biaya pengangkutan,” ujar Nur Kholis, Rabu (5/2).

Penempatan fasilitas pengolahan sampah di sejumlah titik strategis, kata Kholis, diharapkan mampu memotong rantai distribusi sampah jarak jauh. Sehingga, pengelolaan menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Termasuk juga, sistem insinerator yang direncanakan mengusung konsep zero waste dengan pengendalian residu pembakaran agar tidak kembali menimbulkan persoalan lingkungan.

“Untuk lokasi penempatannya masih dalam tahap kajian. Harus memenuhi aspek lingkungan dan sosial karena pengurangan sampah tidak boleh menimbulkan dampak baru,” jelas Nur Kholis.

Berita Terkait :  KPK RI Beri Penghargaan Pemprov Pariwara Anti Korupsi 2025

Tentu saja, dukungan terhadap kebijakan tersebut datang dari DPRD Kabupaten Pasuruan.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Yusuf Daniyal menjelaskan bahwa penambahan insinerator menjadi langkah strategis untuk mengejar target pengurangan sampah yang selama ini sulit dicapai apabila hanya mengandalkan TPA.

“Pengurangan sampah harus dilakukan, bukan sekadar memindahkan masalah ke TPA. Konsep zero waste itu penting,” papar Yusuf Daniyal.

Pihaknya menilai, pola lama dengan menumpuk sampah di TPA tidak akan menyelesaikan persoalan jangka panjang dan justru meningkatkan risiko pencemaran lingkungan.

“Tentu, gas metan dan lindi dari timbunan sampah berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Makanya, pengurangan sampah harus jadi prioritas,” kata Yusuf Daniyal. [hil.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru