Malang, Bhirawa
Pertanyaan juri datang bertubi-tubi ketika Keisya mulai mempresentasikan Smart Chocolate di booth kompetisi. Ini lomba pertamanya. Rasa gugup jelas terasa. Namun siswa SDN Sawojajar 5 Kota Malang, Jawa Timur, berusia 10 tahun itu justru mengakhiri presentasi dengan kabar manis: medali emas pada entrepreneur category dalam ajang AISEEF 2026 (Asean Innovative Science, Environmental and Entrepreneur Fair).
Final kompetisi yang berlangsung 10-12 Februari 2026 di Semarang tersebut mempertemukan inovator muda dari berbagai daerah dan negara. Presentasi dilakukan di booth masing-masing peserta, membuat suasana terasa dinamis. Di antara para peserta lain, Keisya memperkenalkan Smart Chocolate, cokelat sehat berbahan dasar kacang sacha inchi yang kaya akan Omega-3 dan multivitamin. Camilan rendah gula berbasis nabati itu ia rancang sebagai alternatif lebih sehat bagi anak-anak sekaligus membantu menjaga fokus belajar.
Ide produk ini berangkat dari kebiasaan yang ia temui sehari-hari: konsumsi makanan manis di kalangan teman seusia. Dari pengamatan tersebut, ia mengembangkan konsep bisnis sederhana lengkap dengan analisis pasar dan strategi pemasaran.
Kemampuan menyampaikan ide secara runtut dalam Bahasa Inggris menjadi nilai tambah tersendiri. “Awalnya deg-degan karena ini pertama kali ikut lomba. Tapi setelah mulai menjelaskan, rasanya lebih tenang,” ujar Keisya akhir pekan lalu.
Menurut guru pendamping, Arlinda Khoirun Nisa’, S.Pd., pengalaman tersebut bukan hanya soal meraih medali. Ajang seperti AISEEF menjadi ruang belajar yang melatih keberanian tampil sekaligus mengasah komunikasi dan kreativitas siswa sejak dini.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Sekolah SDN Sawojajar 5 Kota Malang, Siti Romlah, S.Pd., M.Pd. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil dari ketekunan serta dukungan keluarga dan lingkungan sekolah. “Syukur alhamdulillah atas prestasi ananda Keisya. Berkat ketekunan, kerja keras, dan dukungan orang tua sehingga mendapatkan medali emas di ajang AISEEF. Semoga kemampuan yang dimiliki terus berkembang untuk bekal masa depan dan dapat menginspirasi teman-teman di SDN Sawojajar 5,” ujarnya.
Pengalaman lomba perdana ini menjadi langkah awal yang berkesan. Dari pengamatan sederhana yang diwujudkan menjadi inovasi, keberanian mencoba dan menyampaikan gagasan membawa langkah kecil seorang siswa sekolah dasar hingga diakui di panggung internasional. [wwn]


