32 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Kegiatan KKN Beri Perspektif Baru Mahasiswa Terkait Peran Keilmuan dalam Masyarakat


Mojokerto, Bhirawa
Kotoran kambing jarang sekali dianggap sebagai sesuatu yang penting. Bagi banyak orang, ia hanyalah limbah yang identik dengan bau dan kotor. Pandangan itulah yang juga dimiliki mahasiswi Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Siska Nurhanifah sebelum mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Namun, pengalaman lapangan justru membawa Siska pada kesadaran bahwa dari sesuatu yang sering diabaikan, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik.

Selama kegiatan KKN, Siska berkesempatan mendampingi Pak Ridwan, seorang peternak kambing yang tinggal di Dusun Sumberbendo, Desa Candiwatu. Aktivitas beternak yang dijalaninya setiap hari menghasilkan kotoran kambing dalam jumlah cukup besar. Sayangnya, pengolahan kotoran tersebut masih dilakukan secara manual. Prosesnya memakan waktu, menguras tenaga, dan hasil pupuk kompos yang dihasilkan belum selalu merata. Dalam kondisi seperti ini, kotoran kambing kerap hanya ditumpuk di sekitar kandang.

Awalnya, Siska mengira persoalan ini muncul karena kurangnya kepedulian terhadap lingkungan. Namun, setelah berbincang langsung dengan Pak Ridwan, Siska menyadari bahwa asumsi tersebut terlalu sederhana. Kesadaran untuk mengelola kotoran kambing sebenarnya sudah ada. Kendala utamanya adalah keterbatasan alat yang membuat proses pengolahan menjadi tidak efisien jika harus dilakukan setiap hari. Dalam konteks peternakan rakyat, solusi yang rumit dan mahal jelas sulit diterapkan.

Melalui salah satu program kerja KKN, kami mencoba memperkenalkan alat pengaduk kotoran kambing yang dirancang secara sederhana dan mudah digunakan. Alat ini tidak memerlukan keterampilan teknis khusus dan dapat dioperasikan secara mandiri. Dampaknya cukup terasa. Waktu pengadukan menjadi lebih singkat, beban kerja fisik berkurang, dan hasil campuran kompos menjadi lebih homogen. Bagi Pak Ridwan, perubahan ini bukan sekadar soal alat baru, tetapi tentang cara kerja yang lebih efisien dan realistis.

Berita Terkait :  Fatwa Resolusi Jihad Memicu Perang Sabil 10 November 1945, Proklamasi NKRI “Harga Mati”

Sebagai mahasiswa Ilmu Hukum, pengalaman ini memberi Siska perspektif yang berbeda tentang peran keilmuan di tengah masyarakat. Selama ini, hukum sering dipahami sebagai kumpulan aturan dan norma tertulis. Namun di desa, saya melihat bahwa kebermanfaatan juga dapat hadir melalui pendekatan praktis yang menjawab kebutuhan nyata. Teknologi tepat guna menjadi contoh bagaimana solusi sederhana dapat mendukung kesejahteraan masyarakat tanpa harus menunggu kebijakan besar.

Siska juga belajar bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh apa yang diberikan, tetapi bagaimana prosesnya dijalankan. Pendampingan, diskusi, dan pelibatan langsung mitra membuat teknologi yang diperkenalkan lebih mudah diterima. Pak Ridwan tidak sekadar menggunakan alat tersebut, tetapi juga memahami cara merawat dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Pengalaman ini menyadarkan Siska bahwa desa bukan sekadar lokasi pelaksanaan program mahasiswa. Desa adalah ruang belajar yang sesungguhnya, tempat persoalan lingkungan, ekonomi, dan sosial saling berkaitan. Ketika kotoran kambing dikelola dengan lebih baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peternak, tetapi juga oleh lingkungan sekitar.

Pada akhirnya, Siska sampai pada satu kesimpulan sederhana: perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari Dusun Sumberbendo, saya belajar bahwa solusi kecil yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat justru lebih berpeluang menghadirkan dampak nyata. Dari kotoran kambing, Siska memahami bahwa pengabdian mahasiswa bukan tentang seberapa besar program yang dijalankan, melainkan seberapa relevan dan bermanfaat kehadiran kami bagi masyarakat. [why]

Berita Terkait :  Bupati Situbondo Tegaskan Triple Helix untuk Akselerasi Suksesnya Pembangunan Daerah

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru