Pemusnahan Barang bukti (BB) narkoba seberat 214,84 ton narkoba, ditaksir senilai Rp 29,37 trilyun. Pemusnahan dipimpin Presiden Prabowo Subianto, diikuti Ketua MPR, dan Ketua DPR-RI. Menjadi pemusnahan BB narkoba salahsatu yang terbesar sepanjang sejarah. Namun masih banyak lagi BB narkoba, terutama sabu, hasil tangkapan tahun 2025, belum dimusnahkan. Maka kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama barang bukti yang masih menunggu kasusnya inkrach.
BB narkoba yang wajib dikawal ketat, adalah hasil tangkapan sabu seberat 2 ton! Terbesar sepanjang sejarah pemberantasan narkrotika di Indonesia. Hasil penyergapan di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, awal Mei 2025. Dari sebuah kapal motor Sea Dragon Tarawa, yang disergap 21 Mei. Sabu disembunyikan pada ruang khusus (tambahan) di bagian lambung kapal. Petugas yang memeriksa berhasil menemukan 67 dus warna coklat, disamarkan sebagai kemasan teh China.
Wajib ekstra waspada, karena banyak siasat bandar narkoba coba me-langgeng-kan bisnis haramnya. Termasuk melalui kerjasama dengan aparat penegak hukum (APH) petugaa BB. Penangkapan selama bulan Juni dan Juli 2025, BNN (Badan Narkotika Nasional) mengumpulkan sebanyak 561.094,64 gram (sekitar 561 kilogram lebih). Termasuk di dalamnya penangkapan besar edaran sabu seberat hampir 200 kilogram, di Bireuen, Aceh.
Sabu disamarkan dalam 200 bungkus menggunakan kemasan Arabica Coffee dengan merk “Cote d’Ivoire” berwarna jingga. Ini penyamaran baru, karena biasanya menggunakan bungkus teh China warna hijau. Penangkapan periode Juni-Juli oleh BNN, bagai “kado” Hari Bhayangkara ke-79. Kawasan Sumatera bagian utara (Aceh sampai Sumatera Barat), menjadi simpul distribusi narkoba. Sekaligus mencatat penangkapan dengan BB terbesar. Wilayah yang patut menjadi area operasi khusus (opsus) narkoba.
Pengedar narkoba memiliki sangat banyak modus. Sampai terang-terangan dikendalikan oleh Mualim kapal, yang hafal rute “jalan tikus” seantero kawasan Sumatera bagian utara. Juga melibatkan aparat. Opsus di Tanah Rencong, selalu menghasilkan tangkapan besar. Salah satu yang terbesar terjadi di Lhokseumawe, Aceh, pada 7 dan 8 Februari 2025, dengan barang bukti sabu seberat 135 kilogram. Dalam kasus ini, empat orang tersangka ditangkap.
Tak lama, hanya berselang dua pekan, di Aceh Tamiang (pada 25 Februari 2025) satu tersangka pengedar, dengan barang bukti 188 kilogram. Di Langsa (4-5 Mei 2025) ditangkap lagi seorang pengedar dengan BB sabu seberat 99 kilogram. Selama Juni-Juli Desk Pemberantasan narkoba, berhasil mengungkap 84 kasus narkotika, serta mengamankan 136 tersangka. Prestasi cukup cemerlang.
Tetapi Korps Bhayangkara menghadapi tututan reformasi Kepolisian, karena berbagai kasus. Termasuk penggelapan barang bukti, berupa sabu. Sudah terbukti BB (sabu) pernah dipalsukan dengan tawas di Polresta Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Melibatkan Perwira Tinggi Bintang dua Polri. BB (sabu) yang asli diedarkan ke Kampung Bahari, Jakarta sebanyak 1,7 kilogram. Sisanya, 3,3 kg berhasil disita polisi.
Selama setahun takwim (Oktober 2024 sampai Oktober 2025), Polri melakukan pengungkapan 49.306 kasus narkoba. Sebanyak 65.572 tersangka telah ditangkap. serta menyita berbagai jenis narkoba dengan berat total 214,84 ton. Polri menyatakan akan memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba demi mencapai Indonesia Emas 2045. Pemberantasan BB 214 ton narkoba, bisa menyelamatkan sekitar 629,93 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba.
Seluruh dunia juga giat melawan peredaran narkoba. Sampai diterbitkan United Nations Convention Againts Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances (tahun 1988). Pada pasal 3 ayat (6) diharapkan setiap pemerintah di dunia memastikan pengenaan sanksi yang maksimum.
——— 000 ———

