Kapolres Ihram bersama Bupati Gatut Sunu berjalan bersama usai apel apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026,
Kamis (12/3).
Tulungagung, Bhirawa.
Kapolres Tulungagung, AKBP Ihram Kustarto meminta warga untuk tidak khawatir dengan keamanan rumah tempat tinggalnya saat ditinggal mudik. Ia memastikan rumah warga tersebut aman dari aksi pencurian.
“Jangan khawatir polisi ada di mana-mana. Sudah ada antisipasi untuk aksi curas (pencurian dengan kekerasan) dan curat (pencurian dengan pemberatan),” tandasnya usai apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 yang dipimpn Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di halaman Kantor Bupati Tulungagung, Kamis (12/3).
Ia bahkan menyebut sudah memerintahkan semua kapolsek untuk mendata warga di wilayahnya yang melakukan mudik.
“Kapolsek harus tahu berapa jumlah warganya yang meninggalkan tempat tinggalnya. Nanti bersama pamswakarsa setempat akan mengamankan rumah yang ditinggal mudik,” paparnya.
Sebelumnya, perwira menengah polisi ini mengungkapkan jika dalam Operasi Ketupat 2026, Polres Tulungagung menyiagakan sebanyak 397 personel. Mereka terdiri dari polisi, TNI dan instansi samping lainnya seperti di antaranya dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung.
Operasi Ketupat 2026 rencananya akan berlangsung selama 13 hari. Yakni, mulai Jumat (13/3) pukul 00.00 WIB sampai tanggal 25 Maret 2026.
“Sasaran operasi ditujukan pada orang, barang dan temapt. Baik itu pemudik yang datang ke Tulungagung atau pemudik yang meninggalkan Tulungagung,” jelasnya.
Kapolres Ihram sempat pula membeberkan jika Polres Tulungagung sedang menyiapkan bus untuk pemudik ke Tulungagung dari Jakarta. Program ini bekerjasama dengan PCNU Tulungagung.
“Busnya dari Jakarta menuju Tulungagung. Dan waktunya akan kami informasikan lebih lanjut. Ini sebagai rasa cinta pada Tulungagung,” ucapnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M Taufik Nabila, mengatakan selama Operasi Ketupat 2026, Polres Tulungagung menyediakan pos pelayanan dan pos pengamanan. Jumlahnya secara keseluruhan lima pos.
“Pos Pelayanan ada di depan GOR Lembu Peteng. Kemudian empat Pos Pengamanan ada di Cuwiri, Terminal Gayatri, Bandung dan Besuki,” bebernya.
Ada pun proritas untuk kenyamanan pengendara saat lebaran, Kasatlantas Taufik menyatakan di dalam Kota Tulungagung dan jalur lintas selatan (JLS). “Nanti kami akan membuat tim urai yang dibagi menjadi empat titik. Di selatan nanti di Bandung dan Besuki, di timur di Pasar Ngunut, di utara di Ngantru dan di barat Cuwiri,” terangnya.
Sedang titik kemacetan, Kasatlantas Taufik menyebut di daerah Cuwiri dan Lembu Peteng. “Kalau JLS prediksi kami tidak sebanyak waktu tahun baru kemarin,” pungkasnya. (wed.hel)


