25 C
Sidoarjo
Tuesday, January 27, 2026
spot_img

Kampung Haji di Saudi

Tak lama lagi, rakyat Indonesia akan memiliki “Kampung Haji Indonesia” di Arab Saudi. Saat ini Pemerintah Indonesia sedang gigih berburu area lahan di kota Makkah al-Mukarramah. Berjarak sekitar 2,5meter dari Masjidil Haram. Melalui Danantara, telah dibeli hotel Novotel Makkah Takher City, serta lahan seluas 5 hektar untuk dibangun 13 tower dan satu mall. Juga sedang di-ikuti biding (lelang) lahan seluas 80 hektar di barat Hindawiyah, yang akan menjadi pusat “Kampung Haji Indonesia”

Secara ke-ekonomi-an, “Kampung Haji Indonesia” di Makkah bisa menjadi usaha sangat menguntungkan. Selama ini jamaah haji Indonesia, biasa dipusatkan di kawasan Misfalah. Dikenal sebagai area “Ampel-nya Makkah.” Banyak pedagang (dan pemilik toko) yang bisa berbahasa Indonesia. Beberapa hotel juga menyediakan ruang tenant untuk makanan menu Indonesia. Terutama bakso.

Hotel Novotel Makkah Takher City, berada di area Al-Hujun (biasa pula disebut Jannatul Mua’alla), kesohor dengan area pemakaman utama. Masyarakat Indonesia mengenal sebagai maqam Ma’la. Yakni, tempat penguburan Sayyidah Khadijah (istri Kanjeng Nabi Muhammad SAW), ibunda Kanjeng Nabi SAW (Sayyidah Aminah), serta kakek Nabi SAW (Abdul Muthalib). Termasuk makam ulama terkemuka asal Rembang, mbah kyai Maimun Zubair.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi (KSA) telah mengubah UU Kepemilikan Aset Lahan (yang semula tidak dimanfaatkan oleh pemilik lama). Sehingga pihak asing, termasuk Indonesia bisa memiliki lahan dan properti status freehold. Berlaku efektif mulai Januari 2026. Walau masih tetap dengan izin khusus, terutama kawaan Makkah, dan Madinah. Termasuk areal di West Hindawiyah (barat Masjidil Haram) seluas 80 hektar. Sistem lelang di Saudi, bukan sekadar pertarungan harga. Melainkan juga perencanaan peruntukan area yang lebih berruh memenangkan lelang.

Berita Terkait :  Perkuat Manajemen Finansial ASN, Pemkot Batu Bersinergi dengan DJPPR Kemenkeu RI

View di West Hindawiyah sangat indah. Bisa melihat tower Zam Zam yang tampak menjulang gagah. Hanya 20 menit berjalan kaki ke arah timur menuju Masjidil Haram. Seperti di Surabaya, antara Tugu Pahlawan ke Tunjungan. Setara pula dengan jarak antara Monas ke masjid Istiqlal Jakarta. Walau biasanya, jamaah haji akan selalu dilayani dengan bus shalawat di setiap area (dengan 27 rute). Bahkan tak lama akan terkoneksi dengan jalur kereta cepat jalur kereta cepat, dan pedestrian menuju Masjidil Haram.

Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, telah bertemu Presiden Prabowo, dan menyatakan persetujuan rencana “Kampung Haji Indonesia” di Makkah. Akuisisi otel Novotel Makkah Takher City, berada di area Al-Hujun di dekat Ma’la, bernilai US$500 juta (setara Rp 8,3 trilyun). Total investasi lanjutan diperkirakan mencapai US$1,3 milyar (sekitar Rp21 trilyun). Tergolong tidak besar, masih dibawah APBD Jawa Tengah tahun 2025.

Walau investasi tidak besar, namun “Kampung Haji Indonesia” akan menjadi proyek mercusuar. Sekaligus menguntungkan, karena bisa digunakan bukan hanya pada musim haji. Melainkan sepanjang tahun untuk jamaah umroh. Catatan pada tahun 2024 sebanyak 1,4 juta muslim Indonesia melaksanakan umroh. Terdapat tren peningkatan jamaah umroh sekitar 11% per-tahun. Sehingga pada beberapa tahun mendatang, ongkos naik haji, dan biaya penginapan umroh akan lebih kecil.

“Kampung Haji Indonesia” sejak lama di-ingin-kan, sekaligus investasi menguntungkan tetapi selalu menjadi perdebatan. Terutama beberapa pengusaha di Arab Saudi, yang memiliki kartel di Indonesia, akan kehilangan keuntungan besar. Bahkan kini seluruh aspek akomodasi haji dan umroh, bisa menjadi investasi Indonesia (Danantara). Hanya diperlukan kejujuran pengusaha RI (dan pemerintah). Kini saatnya (setelah 80 tahun) urusan haji memperoleh kejujuran harga pelayanan.

Berita Terkait :  Fasilitasi Label Halal

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru