Sampang, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Sampang ditetapkan sebagai satu-satunya daerah di Jawa Timur yang dipilih sebagai lokasi percontohan penguatan kader posyandu, program Integrasi Layanan Primer (ILP) dari Kementerian Kesehatan. Sebagai tindak lanjut program tersebut, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang menggelar Orientasi Peningkatan Kapasitas Kader dan Pengelola Posyandu Angkatan I Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 6-10 April 2026 di Hotel Bahagia Sampang itu diikuti kader dan pengelola posyandu dari wilayah kerja Puskesmas Camplong, yang menjadi proyek percontohan penerapan ILP di Kabupaten Sampang.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes KB Kabupaten Sampang, Agus Mulyadi, mengatakan ILP tidak hanya berfokus pada pelayanan di tingkat puskesmas, tetapi juga diperluas hingga desa melalui Posyandu Keluarga yang melayani seluruh siklus hidup masyarakat. “Semua warga harus datang ke posyandu agar mendapatkan pelayanan yang baik sesuai standar. Karena itu kader harus dilatih dan memahami 25 kompetensi,” ujarnya.
Menurut Agus, pelatihan tersebut mencakup kebijakan ILP, pelaksanaan layanan posyandu, penguatan 25 kompetensi kader, sasaran pelayanan, hingga capacity building. Narasumber yang dihadirkan tidak hanya dari Kabupaten Sampang, tetapi juga dari tingkat provinsi dan inspektorat.
Ia menjelaskan, program tersebut menjadi model awal yang akan dievaluasi setelah berjalan selama tiga bulan. “Ini pilot project. Setelah evaluasi, nantinya akan direplikasi ke puskesmas lain sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KB Kabupaten Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, menegaskan bahwa pelatihan kader menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dari tingkat desa. “Pelatihan orientasi kader posyandu ini penting untuk memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Harapannya, kader posyandu di Kabupaten Sampang semakin aktif, terampil, dan mampu mendampingi masyarakat mulai dari ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia,” pungkasnya.[lis.ca]


