Kabupaten Blitar, Bhirawa
Dari 22 Kecamatan se-Kabupaten Blitar sampai saat ini masih berpotensi terjadinya bencana angin kencang dan hujan yang perlu diwaspadai.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Wahyudi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pos siaga kebencanaan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana di wilayah Kabupaten Blitar meskipun jumlah personel BPBD terbatas.
”Personel kami hanya 39 orang untuk menangani kasus di 22 Kecamatan se-Kabupaten Blitar, sehingga kami sudah berkoordinasi dan bersinergi dengan relawan kebencanaan Blitar Raya, TNI, Polri, OPD terkait, hingga dunia usaha untuk berkolaborasi dalam siaga bencana hidrologi yang kini mengancam,” kata Wahyudi.
Wahyudi menjelaskan, berdasarkan pemetaan BPBD Kabupaten Blitar wilayah rawan bencana di Kabupaten Blitar tersebar cukup luas, Dimana daerah rawan banjir tercatat berada di 16 Kecamatan yang berada di Blitar barat dan selatan.
”Sedangkan potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan pohon tumbang terdapat di semua Kecamatan, kemudian untuk tanah longsor di 14 kecamatan yang memiliki karakteristik daerah pegunungan dan medan yang ekstrem,” jelasnya.
Wahyudi menegaskan, untuk potensi gelombang rob juga rawan terjadi di empat Kecamatan pesisir Blitar Selatan, yakni Kecamatan Bakung, Panggungrejo, Wonotirto, dan Wates.
”Untuk itu kami selalu waspada dan dalam rangka pengamanan Nataru, BPBD juga mengoperasikan posko siaga bencana selama 24 jam penuh yang berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan, dan respons cepat apabila terjadi bencana,” ujarnya.
Bahkan dikatakan Wahyudi, semua personel kini juga disiagakan penuh dengan sistem piket bergilir selama 12 jam, dimana salah satunya bertugas melakukan pemantauan kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai yang dilakukan secara intensif disertai penyampaian peringatan dini kepada Masyarakat jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
”Selain penguatan personel, BPBD juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, mulai dari gudang logistik, gudang peralatan, lokasi evakuasi sementara, kendaraan operasional darat, hingga perahu untuk penanganan bencana air telah disiapkan,” terangnya.
Tambah Wahyudi, pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama saat beraktivitas di wilayah rawan dan kawasan wisata. ”Masyarakat juga diminta segera melapor ke posko terdekat apabila terjadi kondisi darurat kebencanaan, dan kami selalu menghimbau untuk waspada dilokasi rawan bencana,” imbuhnya.[htn.fen]

