27 C
Sidoarjo
Friday, March 20, 2026
spot_img

Jember Siapkan Skema Intervensi Pangan Terpadu Jaga Stabilitas Harga

Jember, Bhirawa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiapkan skema intervensi pangan terpadu untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Kami bergerak cepat menyusun strategi pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran dengan fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas pokok di pasar,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Jember Akhmad Helmi Luqman di kabupaten setempat, Kamis.

Berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor, terdapat beberapa komoditas yang mulai menunjukkan tren kenaikan harga di pasar tradisional di antaranya cabai rawit merah, daging ayam ras, telur ayam, dan kedelai impor.

“Kami telah memetakan langkah konkret untuk meredam gejolak harga selama Ramadhan dan menjelang Lebaran. Instruksi dari pemerintah pusat sangat jelas, yakni memperkuat pemantauan di lapangan dan memastikan tidak ada hambatan distribusi,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Jember akan menerapkan intervensi pada tiga tingkatan sekaligus guna menekan laju inflasi yang terjadi hampir setiap tahun menjelang momentum Lebaran.

Pada level produsen, pemerintah akan menyalurkan bantuan stimulan bagi petani serta memperkuat Kerjasama Antar Daerah (KAD), sehingga Pemkab Jember juga menjajaki kolaborasi dengan Champion di Jawa Tengah dan Jawa Barat melalui dukungan Bank Indonesia untuk menjamin pasokan cabai merah tetap aman.

Pada level grosir, Tim Gabungan Satgas Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan mengintensifkan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang-gudang distributor yang bertujuan untuk mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan barang.

Berita Terkait :  Dua Palang Pintu KA Beroperasi, Ikhtiar Pemkab Pasuruan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

Sementara pada level konsumen, Pemkab Jember akan memperluas jangkauan Operasi Pasar (OP) dan Gerakan Pangan Murah (GPM). Selain itu, pemasangan banner Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar-pasar rakyat akan diperbanyak agar masyarakat mendapatkan informasi harga yang transparan.

Selain masalah pangan, Helmi juga menekankan pentingnya dukungan terhadap UMKM melalui fasilitasi sertifikasi halal serta percepatan program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Sesuai arahan Kementerian PKP, Pemkab Jember tengah mengevaluasi pembebasan BPHTB 0 Rupiah bagi MBR dan mendorong desa-desa untuk mengalokasikan anggaran renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” ujarnya.

Dalam upaya itu, pihaknya juga diminta untuk terus mendokumentasikan serta melaporkan setiap perkembangan harga harian. Sinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan Bulog juga terus diperkuat, terutama dalam penyaluran beras SPHP di pasar tradisional maupun ritel modern.

“Harapan kami, dengan kerja kolaboratif, masyarakat Jember dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani oleh lonjakan harga pangan yang tidak terkendali menjelang Lebaran,” katanya. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!