33 C
Sidoarjo
Wednesday, March 25, 2026
spot_img

Jember Siap Jadi Pusat Ekonomi di Timur Jawa

Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau aktivitas produksi di PT Nankai Indonesia, perusahaan penanaman modal asing asal Jepang yang berlokasi di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.

Jember, Bhirawa.
Bupati Jember Muhammad Fawait yang akrab disapa Gus Fawait melakukan kunjungan kerja ke perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Jepang, PT Nankai Indonesia, yang berlokasi di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.

Kunjungan tersebut berlangsung di tengah momentum bulan suci Ramadan sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat investasi dan efisiensi energi di daerah.

Dalam kunjungan itu, terlihat pemandangan berbeda dari rombongan pemerintah daerah. Gus Fawait bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak menggunakan kendaraan dinas masing-masing, melainkan berangkat bersama dalam satu kendaraan minibus jenis Hiace.

Langkah tersebut, menurut Gus Fawait, merupakan bentuk nyata tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) serta efisiensi anggaran pemerintah.

“Kami datang rombongan, tidak sendiri-sendiri. Ini adalah bentuk efisiensi sesuai arahan Bapak Presiden. Mengingat gejolak di Timur Tengah yang membuat harga minyak fluktuatif, kita harus waspada agar beban subsidi negara tidak membengkak. Jember harus memberikan contoh nyata dalam penghematan energi,” ujar Gus Fawait di sela-sela kunjungannya.

Selain menyoroti efisiensi energi, Gus Fawait juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi investasi yang ditanamkan PT Nankai Indonesia di Jember. Perusahaan tersebut tercatat telah menanamkan modal sekitar 10 juta dolar AS atau setara lebih dari Rp150 miliar.

Berita Terkait :  Dipimpin Langsung Pj Gubernur, Eceng Gondok dan Sampah Penyebab Banjir di Sungai Kedungpeluk Dibersihkan

Saat ini, perusahaan tersebut mempekerjakan sekitar 250 tenaga kerja, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan warga lokal Jember, khususnya masyarakat di sekitar Kecamatan Silo.

“Investasi adalah kunci utama mengurai kemiskinan di Jember selain belanja pemerintah. Kami berkomitmen menyelesaikan Perda RTRW agar Jember semakin ramah investasi dan menjadi pusat ekonomi di ujung timur Pulau Jawa,” tambahnya.

Di tengah dinamika ekonomi global dan upaya efisiensi yang semakin diperlukan, Gus Fawait juga melempar wacana penerapan kembali sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) secara selektif di lingkungan pemerintahan daerah.

Menurutnya, pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa kemajuan teknologi memungkinkan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa harus bergantung sepenuhnya pada mobilitas fisik yang berbiaya tinggi.

“Kita punya pengalaman saat Covid-19. Dengan teknologi yang sudah maju, skenario WFH bisa kita terapkan kembali untuk menekan penggunaan BBM dan biaya kantor tanpa mengurangi kualitas layanan publik,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendorong setiap investasi yang masuk mampu memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global. (geh*)

Berita Terkait

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!