25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 25, 2026
spot_img

Jalur Penanjakan Bromo via Pasuruan Diterjang Longsor, Tujuh Motor Wisatawan Tertimbun

Kab Pasuruan, Bhirawa
Cuaca ekstrem yang melanda kawasan pegunungan di Jawa Timur memicu bencana hidrometeorologi di jalur wisata Gunung Bromo, di Kabupaten Pasuruan. Hujan deras mengguyur tanpa henti selama hampir 20 jam mengakibatkan tebing di dua titik kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengalami longsor, Rabu (25/2) dini hari.

Selain memutus akses utama menuju puncak Penanjakan, material tanah menimbun tujuh unit sepeda motor milik wisatawan. Bencana tanah longsor itu terjadi di dua lokasi berbeda di wilayah Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, yakni di Bukit Kedaluh dan Bukit Dingklik.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan. Mengingat, kendaraan roda dua yang tertimbun mengalami kerusakan akibat hantaman batu dan tanah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi mengatakan, longsor bermula dari intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang sejak Selasa (24/2) pukul 08.00. Kondisi itu terus berlangsung hingga Rabu pukul 04.00.

”Akibat guyuran hujan dengan durasi yang sangat lama, kondisi tanah di kawasan perbukitan menjadi jenuh air dan labil. Beban air yang meresap ke dalam pori-pori tanah tidak lagi mampu ditahan oleh struktur lereng. Sehingga, terjadi guguran material di Bukit Kedaluh dan Bukit Dingklik,” ujar Sugeng Hariadi kepada sejumlah wartawan, Rabu (25/2) sore.

Berita Terkait :  JAVAFON Jadi Pelopor Plafon PVC Premium Lokal untuk Hunian Perkotaan Modern

Di Bukit Kedaluh, dimensi longsoran tergolong cukup besar. Tebing setinggi 10 meter dengan panjang sekitar 20 meter ambrol dan menutupi seluruh badan jalan yang merupakan akses vital bagi wisatawan untuk mengejar momen matahari terbit (sunrise). Malangnya, saat kejadian terdapat tujuh unit sepeda motor yang terparkir di bahu jalan di sekitar lokasi.

Ketujuh kendaraan ini seketika terkubur material longsor yang terdiri dari tanah liat dan bongkahan batu. Sementara itu, longsor di Bukit Dingklik tercatat memiliki panjang sekitar 10 meter dan tinggi 5 meter. Namun, di titik kedua ini, material longsor tidak mengenai kendaraan maupun fasilitas publik lainnya.

”Dan prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan jiwa. Berdasarkan laporan di lapangan, korban jiwa nihil. Saat ini, tim gabungan masih fokus pada pendataan pemilik kendaraan dan proses evakuasi motor yang tertimbun,” jelas Sugeng Hariadi.

Sejak Rabu pagi, upaya pembersihan material dilakukan secara gotong royong. Puluhan warga setempat bersama perangkat desa, personel Polsek dan Koramil Tosari serta petugas Balai Besar TNBTS turun ke lokasi. Mengingat medan yang sempit dan curam, pembersihan dilakukan secara manual untuk membuka akses agar minimal bisa dilalui kendaraan roda dua.

Tumpukan tanah yang menutup jalan sempat menghambat mobilitas jip wisata yang membawa wisatawan dari arah Wonokitri. Namun, dengan koordinasi yang cepat, sebagian material mulai berhasil disingkirkan.

Berita Terkait :  Pastikan Selesai Tepat Waktu, Pj. Gubernur Jatim Tinjau Kesiapan Percetakan Surat Suara Pilkada

BPBD Kabupaten Pasuruan juga telah menerjunkan tim reaksi cepat untuk melakukan kaji cepat (assessment) terkait stabilitas lereng di sekitar lokasi kejadian. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya longsor susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih akan membayangi kawasan Bromo hingga beberapa hari ke depan. Bencana kembali menggaris bawahi pentingnya kewaspadaan di jalur wisata pegunungan saat puncak musim hujan.

BPBD Kabupaten Pasuruan merekomendasikan kepada pengelola kawasan wisata dan otoritas terkait untuk memperketat pemantauan terhadap tebing-tebing yang memiliki kemiringan terjal di sepanjang jalur wisata.

Masyarakat maupun wisatawan yang hendak menuju kawasan Bromo melalui jalur Pasuruan diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta tetap waspada jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lebih dari dua jam. [hil.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru