27 C
Sidoarjo
Sunday, February 22, 2026
spot_img

Jadi Episentrum Arus Mudik Nasional, Menhub RI Cek Kesiapan Angkutan Lebaran di Jawa Timur


Diprediksi 27,29 Juta Masyarakat Mudik ke Jatim
Pemprov, Bhirawa
Provinsi Jawa Timur dipastikan menjadi salah satu episentrum arus mudik nasional pada Idul Fitri 2026. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi tujuan mudik terbesar kedua nasional setelah Jawa Tengah.

Diprediksi potensi pergerakan pemudik mencapai 27,29 juta orang atau sekitar 17,3 persen dari total pergerakan mudik nasional.

Besarnya arus mobilitas tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menggelar rapat koordinasi kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (20/2).

Selain lonjakan pemudik, pergerakan penumpang angkutan umum di Jawa Timur juga diproyeksikan meningkat dari 7,3 juta menjadi 7,7 juta penumpang, atau naik 5,19 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kondisi ini menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu daerah kunci dalam kelancaran mudik nasional.

Gubernur Khofifah menegaskan Pemprov Jawa Timur telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif dan mitigatif bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan angkutan Lebaran berjalan aman, lancar, dan selamat.

“Kami melakukan koordinasi teknis dengan berbagai pihak, full team. Sinergi darat, laut, udara, kereta api hingga jalan tol harus berjalan lancar agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” tegas Khofifah.

Sebagai wilayah tujuan utama mudik, Jawa Timur memperkuat kesiapan Pos PAM, Pos Terpadu, rest area, hingga jalur-jalur rawan kemacetan dan kecelakaan. Khofifah juga menekankan pentingnya layanan kesehatan 24 jam yang terhubung dengan rumah sakit terdekat untuk mempercepat penanganan kecelakaan lalu lintas.

Berita Terkait :  Baznas Jatim Targetkan Zakat Ramadan 2026 Tembus Rp7 Miliar

“Seperti saat Laka Lantas, jangan sampai kondisinya memburuk karena keterlambatan evakuasi. Sehingga kehadiran Puskesmas 24 jam yang terkoneksi dengan Rumah Sakit terdekat akan sangat menentukan guna antisipasi,” tuturnya

Di tengah potensi cuaca ekstrem, Pemprov Jatim turut memperkuat kolaborasi BPBD dan BMKG guna mengantisipasi dampak musim hujan di jalur mudik dan kawasan wisata.

Di momen Lebaran 2026 ini, Gubernur Khofifah juga menyebut akan kembali membuka jalur tol Kraksaan – Gending di Situbondo bagi masyarakat yang akan mudik ke wilayah timur Jatim.

Untuk itu, ia bahkan secara khusus meminta jajaran Pertamina agar dapat menyediakan SPBU Portable di sekitar rute tersebut guna mengantisipasi lonjakan pengguna.

Sementara di sektor penyeberangan laut, antisipasi kepadatan dilakukan terutama di Pelabuhan Ketapang yang beririsan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.

Utamanya di Pelabuhan Ketapang yang juga berbarengan dengan Hari Raya Nyepi, dimana akan dilakukan penutupan pada Rabu (18/3) pukul 17.00 WIB hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WIB.

“Tiap tahunnya kami sesungguhnya kekurangan armada laut utamanya dari Rute Jangkar ke kepulauan Sumenep. Khusus di momen Nyepi besok yang akan dilakukan penutupan maka dibutuhkan tambahan kurang lebih tiga armada,” ujar Khofifah.

Ia juga menambahkan jika Pemprov Jatim telah menyediakan angkutan mudik gratis setiap tahunnya, khususnya mudik gratis untuk wilayah kepulauan.

“Biasanya kami sediakan tidak hanya keberangkatan tetapi juga baliknya,” lanjutnya.

Berita Terkait :  Di Tengah Bencana, Hari Armada RI 2025 Jadi Simbol Soliditas Laut Nusantara

Dalam rapat tersebut, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi semakin optimalnya operasional Bandara Dhoho yang menghadirkan kemudahan bagi mobilitas masyarakat.

Kehadiran layanan penerbangan Super Airjet tiga kali dalam seminggu semakin membuka akses bagi masyarakat dan pelaku usaha, memperkuat konektivitas wilayah selatan Jawa Timur.

“Beroperasinya Bandara Dhoho menjadi solusi untuk mengurai kepadatan di kawasan Mataraman,” harapnya.

Di akhir, Gubernur Khofifah berterima kasih atas sinergitas yang telah terbangun dari seluruh pihak. Ia berharap agar bisa terus terjalin demi suksesnya momen Angkutan Lebaran 2026.

“Kami siap membangun sinergi semaksimal mungkin agar kemudahan, kelancaran, keamanan, kenyamanan dan keselamatan masyarakat bisa kita laksanakan sebaik-baiknya,” pungkas Gubernur Jatim.

Sebagai informasi, dalam menghadapi puncak mudik Sebagai informasi, guna mensukseskan Angkutan Lebaran 2026, Pemprov Jatim telah menyiapkan ribuan armada dari berbagai moda. Secara rinci terbagi 6.637 armada bus, 148 trainset kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip di seluruh terminal, bandara, stasiun dan pelabuhan di Jatim.

Selain itu, disiapkan total 8.991 personel yang terdiri dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota, PT Kereta Api Indonesia, serta personel sektor laut dan ASDP.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi memuji kesiapan Angkutan Lebaran 2026 yang dilakukan oleh Pemprov Jatim. Ia menuturkan bahwa pemerintah pusat menerapkan bahwa Posko Lebaran 2026 akan dilakukan pada 13-29 Maret 2026.

Berita Terkait :  Pencak Silat Perekat Persaudaraan dan Penjaga Persatuan

“Persiapan yang sudah dilakukan oleh Jawa Timur dibawah kepemimpinan Ibu Gubernur sudah sangat baik tinggal nanti pelaksanaannya di hari operasional,” ucap Menhub Dudy.

Secara khusus ia juga menyebut akan segera menindaklanjuti permintaan armada kapal laut tambahan di Pelabuhan Jangkar Situbondo oleh Gubernur Khofifah.

Ia berpesan agar, seluruh kesiapan tersebut dapat berjalan optimal dalam pelaksanaannya mendatang.

“Harapan kita semua, saudara-saudara kita yang akan berlebaran dan merayakan Nyepi dapat dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru