Pasuruan, Bhirawa
Program percepatan perizinan sebagai salah satu pilar utama dalam kepemimpinan Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo (Mas Rusdi), tenyata menarik para investor untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Pasuruan.
Di awal 2026 Perusahaan Smelter Aluminium berskala global yang berbasis di Chongqing, Cina, berencana untuk berinvestasi dengan nilai USD 1,5 miliar atau setara Rp 25 triliun.
Keseriusan itu diwujudkan dalam bentuk kunjungan ke Kabupaten Pasuruan dengan menemui Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori.
Menurut Gus Shobih, panggilan akrabnya menjelaskan rencana investasi asing itu menjadi bukti bahwa kemudahan layanan perizinan sudah diterapkan.
Selain investasi yang masuk, nantinya juga ada penyerapan tenaga kerja. Karena, akan ada ribuan tenaga kerja yang terserap.
“Mudah-mudahan akan terealisasi dalam tahun 2026 ini. Nantinya akan banyak sekali penyerapan tenaga kerja dan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Gus Shobih saat dikonfirmasi, Senin (19/1).
Pemkab Pasuruan siap memfasilitasi seluruh kebutuhan yang diperlukan perusahaan asing supaya investasi berjalan lancar.
“Tentu akan kita bantu dengan sebaik-baiknya, apa yang diperlukan perusahaan untuk melakukan investasi,” papar Gus Shobih.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris menambahkan pihaknya berkomitmen mempercepat semua proses perizinan agar investor merasa nyaman di Kabupaten Pasuruan.
“Soal perizinan, penerapannya dengan sistem layanan terpadu yang cepat, transparan dan akuntabel. Tentu itu sejalan dengan visi Bapak Bupati Pasuruan untuk menciptakan iklim usaha yang ramah dan kompetitif bagi pelaku industri maupun investor baru,” papar Ridwan Harris.
Diketahui, rombongan dari Tiongkok dipimpin Vice President Bosai Mineral Group, Mr Cao Wengi.
Mr Cao Wengi menyatakan dalam bisnis di Kabupaten Pasuruan, nilai investasi yang ditanamkan mencapai USD 1,5 miliar atau setara dengan Rp 25 triliun.
Ia berharap secepatnya dapat melengkapi semua berkas dan dokumen. Sehingga, kegiatan produksi dapat dimulai.
“Kami akan berinvestasi dengan memanfaatkan lahan di Kabupaten Pasuruan,” kata Mr Cao Wengi.
Sebelumnya, antara PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) dengan Bosai Mineral Group Co, Ltd sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait persiapan pemanfaatan tanah industri. [hil.gat]

