26 C
Sidoarjo
Sunday, April 12, 2026
spot_img

Inovasi Omah Therapi-Ku, Dinsos Jatim, Solusi Terapi Gratis untuk Anak dengan Gangguan Tumbuh Kembang


Oleh:
Rachmat Caesar BW, Kota Surabaya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Dinas Sosial (Dinsos) Jatim menghadirkan inovasi layanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program terbaru bertajuk Omah Therapi-Ku dibuka dan siap memberikan layanan terapi gratis bagi anak-anak dengan gangguan tumbuh kembang.

Berlokasi di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (UPT PPSAB) Sidoarjo, layanan ini terbuka untuk umum, khususnya bagi anak usia 1 hingga 18 tahun yang masuk dalam kategori desil 1 sampai 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Inovasi ini menjadi langkah Pemprov Jatim dalam meningkatkan akses layanan terapi yang inklusif dan terjangkau.

Kepala Dinsos Jatim Dra. Restu Novi Widiani, MM menjelaskan, Omah Therapi-Ku menghadirkan berbagai layanan terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, mulai dari fisioterapi, terapi okupasi, hingga terapi wicara.

“Setiap sesi terapi berlangsung selama 30 hingga 45 menit, didahului dengan proses administrasi yang relatif singkat, sekitar 30 menit,” jelasnya, Sabtu (11/4/2026).

Proses pelayanan dirancang sederhana dan ramah bagi orang tua maupun anak. Dimulai dari tahap registrasi dengan membawa dokumen seperti fotokopi KTP orang tua atau wali, kartu keluarga, serta hasil pemeriksaan medis jika ada. Setelah itu, anak akan menjalani skrining atau asesmen singkat untuk mengidentifikasi kebutuhan tumbuh kembangnya, baik dari aspek bicara, mobilitas, maupun perilaku.

Selanjutnya, anak akan mendapatkan sesi terapi sesuai hasil asesmen. Setelah seluruh rangkaian selesai, anak dapat pulang dengan membawa pengalaman terapi yang menyenangkan dan bermanfaat.

Berita Terkait :  Hadiri Pawai Budaya, Bupati Apresiasi Kreatifitas Penguatan Identitas Desa

Layanan ini beroperasi setiap hari Rabu, pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dengan syarat anak didampingi oleh orang tua, wali, atau guru selama proses berlangsung.

Lebih lanjut Novi mengungkapkan, inovasi Omah Therapi-Ku tidak hanya di UPT PPSAB Sidoarjo saja. Dinsos Jatim tentunya akan mengembangkan layanan ini ke tujuh titik yang akan dilaunching secara bersamaan.

“Dengan demikian jangkauan pelayanan semakin luas dan dapat menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan,” terangnya.

Tujuh titik tersebut diantaranya Balai Pelayanan Rehabilitasi Sosial Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PRS PMKS) Sidoarjo, dan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang.

Selain itu juga di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (RSBD) Pasuruan, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Wicara (RSBRW) Pasuruan, UPT Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (RSBG) Tuban dan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jombang.

Kehadiran Omah Therapi-Ku diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat Jatim, khususnya keluarga dengan anak disabilitas, untuk mendapatkan layanan terapi yang mudah diakses, berkualitas, dan tanpa biaya. Inovasi ini sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam mewujudkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!