Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo (kanan) bersama Wakil Bupati, HM Shobih Asrori saat mencoba naik becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo di halaman kantor Bupati Pasuruan pada Desember 2025 lalu. hilmi husain/bhirawa
Setahun Mas Rusdi-Gus Shobih Memimpin
Pemkab Pasuruan, Bhirawa.
Kecepatan menjadi kunci kepemimpinan Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori dalam setahun terakhir.Â
Tak ingin terjebak dalam ritme birokrasi yang monoton, duet yang akrab disapa Mas Rusdi – Gus Shobih itu memilih jalur ‘akselerasi’.
Hasilnya, empat indikator utama kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan pelayanan publik menunjukkan grafik yang impresif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), wajah kesejahteraan Kabupaten Pasuruan mengalami perbaikan simultan.
Persentase penduduk miskin yang pada 2024 nangkring di angka 8,63 persen, kini menyusut menjadi 8,21 persen pada 2025. Setali tiga uang, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga terjun bebas dari 5,02 persen menjadi 4,22 persen.
“Ini adalah wujud komitmen memenuhi janji kepada masyarakat. Memang tidak sempurna dan tidak mudah, tapi kami pastikan pemerintah selalu ada di garis terdepan untuk urusan rakyat,” tandas Mas Rusdi, Mas Sutejo, Sabtu (28/2).
Salah satu yang paling dirasakan masyarakat adalah operasi besar-besaran di sektor jalan. Selama setahun, Pemkab Pasuruan berhasil menuntaskan pembangunan dan perbaikan sepanjang 256 kilometer jalan.
Menariknya, fokus pengerjaan bukan hanya di pusat kota, melainkan menyasar ruas-ruas di pelosok yang selama puluhan tahun seolah terlupakan.
Pemerataan Penerangan Jalan Umum (PJU) juga digeber di titik-titik strategis. Mulai dari Bangil, Pandaan, Prigen, Gondang Wetan, hingga koridor Duren Sewu-Prigen kini tak lagi gelap gulita saat malam hari.
Terobosan tersebut diklaim mampu meningkatkan keamanan sekaligus memacu roda ekonomi warga di malam hari.
Gebrakan di sektor pendidikan tak kalah mentereng. Mas Rusdi-Gus Shobih berhasil memecahkan kebuntuan sengketa lahan SDN Jeladri yang telah beralangsung lebih dari 13 tahun.
Masalah yang sempat dianggap kerak itu, tuntas dalam waktu relatif singkat.
Di sisi lain, sebanyak 277 gedung SD dan SMP direhabilitasi dengan total anggaran mencapai Rp 51 miliar.
“Kami pastikan penentuan sekolah penerima berbasis data Dapodik. Tidak ada lagi subjektivitas atau istilah sekolah titipan. Semua harus transparan,” jelas Mas Rusdi.
Tak hanya itu, reformasi Bantuan Keuangan Desa kini dilakukan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Dengan sistem ini, desa didorong menjadi subjek pembangunan yang aktif mengajukan kebutuhan mereka sendiri, bukan sekadar menjadi objek kebijakan dari atas.
Kepercayaan investor terhadap Kabupaten Pasuruan rupanya makin tebal. Realisasi investasi pada 2025 tercatat melampaui target Rp 12,9 triliun.
Angka itu menjadi indikator kuat bahwa iklim usaha di Pasuruan sangat kondusif dan kompetitif dibandingkan daerah tetangga seperti Sidoarjo, Malang hingga Mojokerto.
Untuk urusan pelayanan publik, duet itu memilih gaya milenial. Mas Rusdi dan Gus Shobih tak segan menangani langsung keluhan warga melalui media sosial pribadi.
“Kami ingin birokrasi lebih terbuka dan solutif. Masyarakat butuh respons cepat, dan kami hadir di sana,” kata Mas Rusdi.
Adapun rapor hijau Indikator Makro Kabupaten Pasuruan (2024-2025). Yakni, penduduk miskin dari 8,63% di tahun 2024, turun 8,21% ke tahun 2025. Pengangguran (TPT) mengalami penurunan, dari 5,02% menjadi turun 4,22% di tahun 2025.
Sedangkan raiso gini menunjukkan tingkat membaik, dari 0,3310,309 menjadi IPM 72,3673,02 yang artinya naik.
Meski rapor setahun pertama terlihat solid, Mas Rusdi mengakui tantangan berat menanti di 2026, terutama terkait keterbatasan anggaran.
Namun, ia menjamin layanan dasar tetap menjadi prioritas utama yang tak boleh terganggu.
Salah satu target ambisius di 2026 adalah mewajibkan seluruh puskesmas induk di tiap kecamatan untuk membuka layanan 24 jam.
Selain itu, program Universal Health Coverage (UHC) dipastikan tetap berjalan agar jaminan kesehatan masyarakat tetap terproteksi.
“Kami mohon maaf apabila belum semua usulan bisa direalisasikan. Namun, dengan fondasi yang sudah kita bangun setahun ini, kami optimistis Pasuruan akan bangkit lebih maju dan berkeadilan,” jelas Mas Rusdi. (hil.hel).


