26 C
Sidoarjo
Tuesday, February 10, 2026
spot_img

Inflasi Terkendali, Kinerja Membaik, Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,33 Persen


Surabaya, Bhirawa
Ekonomi Jawa Timur Bertumbuh 5,33 persen (yoy) pada tahun 2025 dengan inflasi di 3,29 % (yoy) per Januari 2026. Dengan demikian Jawa Timur mengalami kenaikan pertumbuhan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya dan mampu mengendalikan inflasi dalam sasaran2,5±1 %..

Demikian disampaikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Kantor LPS Il Jawa Timur dan Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Timur saat Media Briefing dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri”.

Dalam paparannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim mengungkapkan peran penting ekonomi Jawa Timur secara nasional maupun di pulau Jawa dan secara keseluruhan pada tahun 2025 Jawa Timur mencatat tumbuh 5,33% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,93% (yoy).

Dari Sisi permintaan, membaiknya kinerja ekonomi Jawa Timur ditopang oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi, dan aktivitas ekspor. Sementara di Sisi penawaran, akselerasi kinerja terjadi pada Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan, LU Pertanian, serta LU Akomodasi Makan dan Minuman.

“Selain itu, kuatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didukung oleh terkendalinya inflasi pada Januari 2026 sebesar 3,29% (yoy), yang masih terjaga dalam sasaran 2,5±1 %. Inflasi yang terkendali tersebut sejalan dengan kuatnya sinergi dan inovasi program TPID yang dirumuskan dalam kerangka pengendalian inflasi 2025,” terangnya, Selasa (10/2).

Berita Terkait :  FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20, Bukti Konsistensi Pasokan Gas Nasional

Ibrahim menambahkan kinerja ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan tetap terjaga baik, pada kisaran 4,9 – 5, 7% (yoy) ditopang oleh tetap kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan terjaganya permintaan eksternal.

“Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan terjaga baik, dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,5±1 %,” kata Ibrahim.

Sejalan dengan capaian kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2025, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Horas V. M. Tarihoran menyampaikan bahwa per Desember 2025, kinerja perbankan nasional masih menunjukkan total penyaluran kredit sebesar Rp625,66 triliun atau tumbuh sebesar 1,90% (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp817,59 triliun atau tumbuh 3,50% (yoy).

Dimana stabilitas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL yang terjaga baik di level 3,37% dan CAR yang kuat sebesar 31,38%. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuiditas terjaga sebagaimana tercermin dari AUDPK sebesar 26,74% dan AUNCD sebesar 1 1 9,31 %, diatas tresshold.

“Solidnya kinerja perbankan selama 2025 juga sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, asuransi dan penjaminan, dana pensiun, serta Perusahaan modal ventura, Lembaga keuangan mikro dan Lembaga jasa keuangan Iainnya (PVML),” jelasnya.

Sejalan dengan pernyataan Ibrahim, Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam mengatakan bahwa sampai dengan Desember 2025 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar 0,74%.

Berita Terkait :  Arumi Bachsin Rayakan Iduladha Bersama Sobat Dili: Qurban Inklusif di Dinsos Jatim

Pertumbuhan realisasi belanja APBN sebagai Shock Absorber, dilakukan melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peningkatan bidang konektivitas dan kesejahteraan.

Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan terjaganya realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang meningkat diatas target yang ditetapkan sampai dengan Desember 2025.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LPS II Provinsi Jawa Timur, Bambang S. Hidayat, menjelaskan bahwa LPS memastikan SSK dan kinerja ekonomi nasional tetap terjaga melalui program penjaminan simpanan yang kredibel dan resolusi bank yang efektif.

“LPS menjamin penuh lebih dari 665 juta rekening simpanan nasabah di Bank Umum dan 1 5,7 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,97% dari total rekening,” ujarnya.

Sementara, kuatnya perekonomian Jawa Timur pada 2025 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan menjadi fondasi bagi ketahanan ekonomi dan keuangan yang berlanjut pada keseluruhan tahun 2026.

Ke depan, BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS II Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan mendorong ekonomi Jawa Timur.

Melalui penguatan sinergi, inovasi, dan transformasi kebijakan yang pro-growth, keempat lembaga optimis dapat berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas, menavigasi tantangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan, untuk Indonesia tangguh dan mandiri. [riq.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru