33 C
Sidoarjo
Wednesday, March 4, 2026
spot_img

Indonesia Re Perkuat Transfer Risiko Bencana Nasional

“Melalui pengembangan pemodelan risiko nasional dan instrumen transfer risiko yang terintegrasi, Indonesia memperkuat perlindungan fiskal negara berbasis kapasitas nasional dan kolaborasi global”

Jakarta, Bhirawa

Indonesia Re memperkuat ketahanan bencana nasional melalui dukungan strategis terhadap pengembangan kerangka Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI) yang digelar dalam International Seminar on Disaster Risk Transfer pada 11–12 Februari 2026 di éL Hotel Bandung.

Seminar yang diselenggarakan Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung dan didukung World Bank itu menjadi forum penguatan ekosistem pembiayaan dan asuransi risiko bencana di Indonesia melalui pemodelan risiko, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan instrumen transfer risiko nasional.

Direktur Teknik dan Operasi Indonesia Re Delil Khairat mengatakan penguatan pemodelan risiko menjadi fondasi penting bagi efektivitas kebijakan transfer risiko bencana nasional.

“Melalui pengembangan pemodelan risiko nasional dan instrumen transfer risiko yang terintegrasi, Indonesia memperkuat perlindungan fiskal negara berbasis kapasitas nasional dan kolaborasi global,” ujar Delil dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Seminar internasional tersebut menghadirkan pembuat kebijakan, akademisi, pelaku industri, serta praktisi dari berbagai negara. Forum itu menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekosistem DRFI Indonesia melalui diseminasi model risiko bencana bertaraf internasional serta penguatan kapasitas kelembagaan.

Dalam forum tersebut, Indonesia Re berperan aktif mendukung pengembangan ekosistem DRFI nasional, mulai dari kajian penilaian risiko bencana, perancangan produk asuransi parametrik untuk gempa bumi dan banjir, penguatan kerangka regulasi, hingga pelaksanaan program capacity building dan focus group discussion guna meningkatkan kompetensi tim nasional sesuai standar internasional.

Berita Terkait :  Pendaftaran Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang 7 Gelombang II Tahun 2025 Dibuka

Indonesia Re juga mempresentasikan skema transfer risiko berbasis asuransi parametrik yang mencakup struktur pemicu (trigger), mekanisme pembayaran klaim (payout), serta kapasitas reasuransi nasional. Skema tersebut mendapat apresiasi dari peserta domestik dan internasional sebagai model kolaborasi pemerintah, industri, dan akademisi dalam pengelolaan risiko bencana.

Selain kontribusi teknis, perusahaan reasuransi milik negara itu turut menjadi ko-inisiator seminar bersama DJPPR dan ITB dengan mengoordinasikan partisipasi pelaku industri reasuransi global dan nasional, serta mendorong penguatan kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan pusat riset risiko bencana nasional.

Agenda penting lainnya dalam forum tersebut adalah peluncuran ITB Center for Catastrophic Risk and Finance sebagai pusat riset multi-institusional yang berfokus pada pengembangan model risiko bencana nasional secara berkelanjutan. Kehadiran pusat riset itu diharapkan memperkuat basis data dan analisis risiko sebagai landasan kebijakan pembiayaan dan perlindungan bencana yang lebih terukur.

Ke depan, Indonesia Re bersama mitra strategis akan terus mendorong pemanfaatan model risiko bencana yang dihasilkan pusat riset nasional untuk mendukung pengambilan kebijakan, pengembangan produk perlindungan, serta penguatan industri perasuransian nasional dalam menghadapi risiko bencana yang semakin kompleks. [ant.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!