Jenewa, Bhirawa
Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies/IFRC) pada Senin (23/3) mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah telah memicu kenaikan biaya dan menyebabkan keterlambatan dalam rantai pasokan bantuan kemanusiaan global.
Dalam sebuah pernyataan, IFRC menyebutkan biaya angkutan laut meningkat sekitar 70 persen, dengan lonjakan hingga 300 persen pada rute-rute tertentu akibat gangguan dan kemacetan jalur pelayaran.
Biaya transportasi darat lintas perbatasan naik sebesar 20 hingga 30 persen di tengah keterlambatan, kelangkaan pengemudi, dan kapasitas yang semakin terbatas, sementara biaya angkutan udara meningkat sekitar 50 hingga 70 persen akibat kapasitas yang terbatas dan fluktuasi biaya tambahan bahan bakar.
Organisasi tersebut menambahkan bahwa meskipun pusat rantai pasokan globalnya di Dubai tetap beroperasi, mereka terpaksa lebih bergantung pada rute darat yang lebih lama dan lebih mahal untuk mengangkut barang-barang bantuan kemanusiaan.
Selain itu, IFRC memperingatkan bahwa di tengah menyusutnya anggaran kemanusiaan, perubahan-perubahan ini akan berdampak langsung pada populasi yang paling rentan di dunia. [ant.kt]



