Kab Probolinggo, Bhirawa
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sumberasih, Sabtu (10/1) sore hingga petang, memicu banjir di sejumlah desa. Luapan air sungai yang tak tertampung, ditambah kondisi pasang air laut, membuat permukiman warga tergenang hingga setinggi pinggang orang dewasa.
Banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.40 WIB, setelah hujan berintensitas lebat turun sejak pukul 15.00 hingga 17.20 WIB. Air meluap ke area persawahan dan rumah warga di Dusun Bibes Desa Lemahkembar, Dusun Banjar Utara dan Dusun Beji Desa Banjarsari, serta Dusun Krajan Desa Ambulu.
Wilayah terdampak terparah berada di Dusun Banjar Utara RT 14 dan RT 15 RW 03, serta Dusun Beji RT 09 RW 03 Desa Banjarsari. Sejumlah warga terpaksa menghentikan aktivitas dan menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat lebih aman.
Menindaklanjuti kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Sosial dan unsur terkait langsung turun ke lokasi melakukan asesmen, evakuasi, serta membantu kebutuhan warga terdampak. Sejumlah personel diterjunkan untuk memastikan kondisi warga aman dan tidak ada korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief menjelaskan, banjir dipicu kombinasi hujan lebat dan pasang air laut yang terjadi hampir bersamaan.
”Hujan turun merata dan cukup lama, sehingga debit sungai naik. Di saat yang sama terjadi pasang laut sekitar pukul 18.13 WIB, sehingga air menjadi lambat surut,” ujar Oemar.
Menurut Oemar, setelah pasang laut berlalu, air mulai berangsur surut. Namun petugas tetap bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan dan membantu warga yang membutuhkan. ”Kami pastikan tidak ada warga yang terisolasi dan seluruh kebutuhan darurat bisa segera ditangani,” tambahnya.
Oemar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama saluran air dan drainase.
”Jangan membuang sampah sembarangan, pastikan saluran tidak tersumbat, dan perhatikan kondisi lingkungan sekitar. Pencegahan itu dimulai dari hal-hal kecil,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan. ”Bencana itu urusan bersama. Kalau kita menjaga alam, insyaallah alam juga menjaga kita,” tandas Oemar. [fir.fen]

