“ Kami memadukan staf yang memahami sistem saya dengan orang-orang lokal yang tahu bagaimana menyatukan masyarakat Indonesia “
Jakarta, Bhirawa
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman fokus menyeimbangkan komposisi staf pelatih dengan memadukan tenaga lokal dan internasional demi memaksimalkan performa anak asuhnya.
Herdman, seusai memimpin latihan di Stadion Madya, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, mengatakan, sejumlah staf yang dibawanya adalah sosok yang sudah lama bekerja bersamanya dan memahami metodologi, sistem permainan, hingga kerangka budaya yang ia terapkan.
“Staf yang kami miliki, banyak yang punya pengalaman lebih dari 20 tahun dalam menyusun sistem dan struktur untuk mencoba menutup celah tersebut,” katanya.
Namun, di sisi lain, ia juga menilai peran staf lokal tidak kalah penting karena memiliki pemahaman mendalam mengenai karakter dan budaya sepak bola Indonesia.
“Kami memadukan staf yang memahami sistem saya dengan orang-orang lokal yang tahu bagaimana menyatukan masyarakat Indonesia dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Herdman.
Pelatih asal Inggris itu juga mengaku terus belajar dari lingkungan barunya, termasuk dari para staf lokal yang telah lebih dulu berkecimpung di sepak bola nasional.
“Saya belajar setiap hari. Ini soal keseimbangan dan keberagaman dalam staf,” katanya.
Saat ini, jajaran staf timnas disebut berasal dari tujuh negara berbeda, yang menurut Herdman menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun tim yang kompetitif.
Ia meyakini kombinasi pengalaman internasional dan pemahaman lokal akan membantu timnas Indonesia berkembang lebih baik ke depan.
Herdman menyatakan timnya tengah berpacu dengan waktu untuk membangun kesiapan jelang laga melawan Tim nasional St. Kitts & Nevis, di tengah persiapan yang terbilang singkat.
Herdman mengakui situasi tersebut merupakan hal yang lazim dalam sepak bola internasional, di mana pemain datang dari berbagai klub dengan tingkat intensitas dan gaya bermain yang berbeda.
“Ini normal di level internasional. Pemain datang dengan kondisi dan intensitas berbeda, dan sebagai pelatih kami harus mampu beradaptasi,” kata Herdman.[ant.kt]



