28.9 C
Sidoarjo
Wednesday, April 1, 2026
spot_img

Gus Ulib Desak Reformasi Kepanitiaan Muktamar NU Ke-35

Jombang, Bhirawa
Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, KH Zainul Ibad Wijaya As’ad atau Gus Ulib mendesak adanya reformasi atau pembenahan total struktur Kepanitiaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 tahun 2026.

Gus Ulib menyampaikan, hal ini perlu dilakukan demi menjamin lahirnya kepengurusan yang lebih baik dan mampu membawa perubahan positif bagi organisasi. Sebab keberhasilan Muktamar NU sangat bergantung pada integritas penyelenggara yang harus bersih dari berbagai kepentingan luar.

Menurut Gus Ulib, panitia Muktamar NU memiliki makna yang sangat strategis. Dan menekankan pentingnya sterilisasi kepanitiaan dari anasir-anasir jahat, joki politik, hingga pengaruh kepentingan tambang yang dinilainya tidak memberikan manfaat untuk NU.

Gus Ulib juga menyoroti masalah netralitas panitia yang ditunjuk saat ini, terutama bagi mereka yang dianggap justru menawarkan diri demi posisi tertentu. Format kepanitiaan harus dibenahi secara mendasar sebelum muktamar dilaksanakan, agar tidak mengulang pola-pola lama yang merugikan.

”Ya, betul. Kita semua berharap agar muktamar segera dilaksanakan. Agar NU segera memiliki kepengurusan yang lebih baik dan membawa NU yang lebih baik,” ujar Gus Ulib, Rabu (1/4).

”Dan tentunya, hasil yang baik, kalau seandainya penyelenggaranya, ya itu harus bersih. Dari anasir-anasir jahat, anasir-anasir joki politik, anasir-anasir tambang, anasir-anasir yang tidak berfaedah, dan lainnya, ya harus bersih,” beber Gus Ulib.

Gus Ulib pun juga mengkritik penunjukan sosok ketua panitia muktamar. Dirinya merasa pesimis jika nakhoda penyelenggara masih dipegang figur yang sama.

Berita Terkait :  Wabup Pasuruan: Stok Sembako di Pasuruan Aman hingga Lebaran

”Ya pesimislah kita jadinya. Itu sama saja kita ‘menyerahkan sapi kepada tukang jagal’, kalau kata orang Jawa ‘wes mesti dibeleh’, artinya sudah pasti disembelih,” ungkap Gus Ulib.

”Jangan kita jadi korban yang ke beberapa kali. Ayolah orang NU yang sehat-sehat itu, bentuk kepanitian yang lebih waras, lebih baik, untuk menghasilkan NU yang lebih memiliki citra keumatan, ‘sense’ keumatan. Saya kira itu mohon segera dikoreksi,” tandas Gus Ulib. [rif.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!