Lamongan, Bhirawa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau dampak banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan pada Sabtu (10/1). Gubernur Khofifah turut juga menyalurkan bantuan kepada para warga terdampak banjir dan meninjau gelaran pasar sembako murah.
Bersama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Gubernur Khofifah memastikan penanganan banjir dilakukan secara cepat, tepat dan optimal.
“Saya datang langsung ke Desa Laladan untuk memastikan kondisi warga, sekaligus memastikan bahwa negara hadir bersama masyarakat. Kami ingin warga tetap tenang, karena pemerintah terus bekerja dan tidak meninggalkan masyarakat yang terdampak,” kata Gubernur Khofifah.
Dijelaskannya, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari. Status tersebut terhitung mulai 30 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026, sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun pengungsi. Ini patut kita syukuri bersama. Namun kewaspadaan tetap harus dijaga, terutama karena cuaca masih berpotensi hujan. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Terkait kondisi cuaca, Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa berdasarkan data BMKG Juanda, potensi peningkatan curah hujan pada awal tahun 2026 terpantau cukup signifikan.
Dijelaskannya, intensitas hujan pada Desember 2025 berada di kisaran 20%, sementara pada Januari 2026 diperkirakan meningkat hingga 58% atau hampir tiga kali lipat, sebelum kemudian menurun kembali menjadi sekitar 22% pada Februari 2026.
“Data BMKG Juanda menunjukkan bahwa Januari ini merupakan periode dengan potensi curah hujan tertinggi. Oleh karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat,” ujar Khofifah.
Berkaitan dengan prediksi potensi bencana hidrometeorologi tersebut, Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai langkah mitigasi, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dilaksanakan sejak 5 Desember 2025.
“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari ikhtiar mitigasi untuk mengendalikan curah hujan dan meminimalkan risiko bencana. Upaya ini kami lakukan sebagai bentuk ikhtiar lahir, yang tentu kami iringi dengan doa dan kerja bersama di lapangan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim telah menyalurkan berbagai bantuan dan 200 paket sembako untuk penanganan banjir di Kabupaten Lamongan. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji sebanyak 20 dus, lauk pauk 20 dus, tambahan gizi 20 dus, selimut sebanyak 120 lembar, serta perlengkapan makanan sebanyak 50 dus.
Selain itu, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan non-pangan berupa paket kebersihan sebanyak 30 paket, sandang wanita 60 buah, sandang lansia 72 buah, sandang pria 60 buah, kidsware 50 dus. Kemudian sepatu boots sebanyak 150 pasang guna mendukung kebutuhan warga dan petugas di lapangan.
“Bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus mendukung upaya penanganan di lapangan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa tanggap darurat,” harapnya.
Dukungan percepatan penanganan ini pun, dilakukan juga oleh BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Lamongan. Serta terus melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian air Sungai Bengawan Jero dan kondisi genangan di lapangan.
Dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah tetap dioperasikan, serta pintu air dibuka guna mengurangi debit air dan mempercepat surutnya genangan. Gubernur pun mengapresiasi kesiapsiagaan pemerintah daerah, aparat desa, relawan, serta masyarakat yang turut berperan aktif dalam menghadapi bencana ini. Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kita saling menguatkan. Insya Allah dengan ikhtiar bersama, air segera surut dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mengawal hingga kondisi benar-benar aman,” pungkasnya.
Bersamaan dengan peninjaunan wilayah banjir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar pasar murah yang ke-2 di tahun 2026 di Halaman Kantor Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1).
Pasar murah ini disambut antusias oleh masyarakat sejak pagi hari, hal ini dilakukan sebagai upaya konkret pengendalian inflasi sekaligus stabilisasi harga bahan pokok (bapok), serta memastikan harga dapat dijangkau oleh masyarakat.
Setibanya di lokasi pasar murah, Gubernur Khofifah yang didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi langsung menyapa warga serta membagikan secara gratis telur ayam dan beras SPHP kepada ibu dan anak serta para lansia.
Gubernur Khofifah menyampaikan, awal tahun kerap menjadi periode rawan terjadinya fluktuasi harga kebutuhan pokok apalagi menghadapi puasa Romadhan. Oleh karena itu, intervensi pasar melalui pasar murah dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Awal tahun ini kita langsung bergerak. Pasar murah ini adalah bagian dari ikhtiar Pemprov Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memastikan masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” kata Khofifah.
Adapun komoditas yang disediakan dalam Pasar Murah di Lamongan antara lain beras premium dengan harga Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp22.000 per pack.
Berikutnya ada tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pack. Seluruh komoditas tersebut disiapkan dengan stok yang mencukupi untuk masyarakat.
Menurutnya, pasar murah menjadi salah satu instrumen efektif dalam pengendalian inflasi karena menyediakan komoditas strategis dengan harga yang telah disubsidi pemerintah dan berada di bawah harga pasar.
“Kita ingin memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani lonjakan harga di awal tahun. Pasar murah ini juga kita tempatkan di titik-titik yang tidak berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak mengganggu ekosistem pasar yang sudah ada,” tegasnya
Seperti diketahui, banjir di wilayah Lamongan dipicu hujan berintensitas lebat sejak Selasa malam, 16 Desember 2025 hingga dini hari, yang diperparah oleh air kiriman dari Waduk Gondang. Kondisi tersebut menyebabkan debit Sungai Bengawan Jero meningkat dan berdampak pada genangan di sejumlah desa, termasuk Desa Laladan, Kecamatan Deket.
Di Kecamatan Deket, banjir berdampak pada empat desa, yakni Desa Weduni, Tukerto, Sidomulyo, dan Laladan. Tercatat genangan merendam jalan poros desa dan jalan lingkungan dengan ketinggian antara 10 hingga 26 sentimeter, serta 538 rumah warga terdampak dengan ketinggian air rata-rata 5-10 sentimeter. Hingga saat ini, kondisi genangan di Kecamatan Deket dilaporkan dalam status stabil.
Selain Kecamatan Deket, genangan juga terjadi di beberapa kecamatan lain di Kabupaten Lamongan, di antaranya Kecamatan Kalitengah, Kecamatan Turi, Kecamatan Karangbinangun, dan Kecamatan Glagah, dengan total 1.629 rumah terdampak. Namun secara umum, mayoritas wilayah melaporkan kondisi genangan stabil, bahkan di sejumlah titik mulai menunjukkan penurunan. [bed.yit.gat]

