26.3 C
Sidoarjo
Tuesday, January 20, 2026
spot_img

Gubernur Khofifah Nyatakan Kesiapan Jatim Jadi Lumbung Talenta Digital Nasional


Transformasi Digital Dinilai Buka Peluang Kerja Baru
Pemprov Jatim, Bhirawa
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelar sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional jenjang SMA, SMK dan SLB se Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.

Diharapkan dengan rekrutmen pelatihan terbuka yang menyasar siswa SMA, SMK dan SLB di Jawa Timur ini dapat memenuhi kebutuhan tenaga ahli di era digital, serta menjaga daya saing bangsa dengan membekali SDM dengan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Sosialisasi ini diikuti 1.330 tenaga kependidikan di Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Surabaya, Selasa (20/1/2026). Dari jumlah tersebut, 190 peserta mengikuti secara luring dan 1.140 peserta mengikuti secara daring.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Said Mirza Pahlevi didampingi Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan Jatim menjadi lumbung talenta digital nasional dengan memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

“Jawa Timur siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Pengelolaan talenta harus dimulai sejak pendidikan, dilakukan secara terencana, berbasis data, dan terhubung dengan kebutuhan industri serta arah pembangunan nasional,” ujar khofifah, Selasa (20/1).

Berita Terkait :  Sembilan BPD Kedungdung Sampang Tolak PJ Kades di Ganti

Gubernur menyatakan Jatim memiliki modal strategis untuk berkontribusi besar dalam penguatan talenta digital nasional, mulai dari jumlah penduduk yang besar, keragaman satuan pendidikan, hingga dukungan ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.

Ia menilai Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional merupakan langkah strategis jangka panjang untuk membangun ekosistem talenta digital yang berkelanjutan dan inklusif, mulai dari pendidikan dasar hingga dunia kerja.

Program ini juga diarahkan untuk menjawab tantangan disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial, dan ekonomi berbasis pengetahuan.

“Pengembangan talenta digital bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang adaptif, kritis, dan mampu bersaing di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi,” katanya.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, juga mendorong transformasi pendidikan agar tidak lagi berfokus pada hafalan, melainkan pada pembelajaran mendalam yang menumbuhkan kemampuan bernalar kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, serta literasi digital

Orang nomor satu di Jatim ini juga menyinggung soal peluang kebutuhan tenaga kerja pada periode 2025-2030 akan cukup tinggi. Terutama di era transformasi digital yang kian masif.

“Canggihnya teknologi digitalisasi justru akan membuka peluang kerja baru yang besar, terutama di sektor teknologi masa depan seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan big data,”sebut Khofifah.

Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa perubahan ekosistem kerja akibat digitalisasi harus dilihat secara utuh, tidak hanya dari sisi pengurangan, tetapi juga dari munculnya peluang-peluang baru.

Berita Terkait :  Bank UMKM Jatim Dukung Koperasi Merah Putih sebagai Pilar Ekonomi Desa

“Digitalisasi ekosistem itu tidak berarti pekerjaan akan terus berkurang. Memang ada sektor yang menurun, tetapi peluang-peluang baru juga sangat banyak. Yang penting adalah kita sosialisasikan, peluang itu ada di bidang apa saja,” ujar Khofifah.

Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan langkah-langkah strategis lintas sektor untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap perubahan tersebut. Program ini melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, BPSDM, hingga Dinas Tenaga Kerja agar tercipta kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

“Peran Dinas Tenaga Kerja menjadi penting supaya ada matching dengan kebutuhan industri. Bukan hanya untuk calon tenaga kerja, tetapi juga bagi mereka yang sudah bekerja agar bisa mendapatkan pelatihan upskilling,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan SDM digital menjadi sangat relevan mengingat Jawa Timur merupakan provinsi dengan sektor industri manufaktur tertinggi di Indonesia. Kondisi ini mendorong tingginya kebutuhan tenaga profesional di bidang digital IT, AI, big data, dan teknologi pendukung lainnya.

Ini menjadi harapan baru. Ada sektor ketenagakerjaan yang menurun, tapi peluangnya juga besar. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari penguatan SDM Jawa Timur,” pungkas Khofifah. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru