27 C
Sidoarjo
Tuesday, March 24, 2026
spot_img

GO! MAJA, Inovasi UK Petra Manfaatkan Buah Maja untuk Kesehatan Lambung


Surabaya, Bhirawa
Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra membuat inovasi inovasi pangan berbasis Greek Yoghurt dengan memanfaatkan ekstrak buah Maja bernama GO! MAJA.

GO! MAJA dikembangkan lima mahasiswa UK Petra, antara lain Ardan Rezon Prasetio (Business Management), Audrey Hadara Wattimena (Desain Komunikasi Visual), Aurelia Callysta (Branding and Digital Marketing), Fedilia Yanson Widio (Culinary Business Management), dan Samuel Jason Liwanto Lie (Branding and Digital Marketing), Senin (23/3).

Ketua Tim GO! MAJA, Ardan Rezon Prasetio, mengatakan bahwa inovasi ingin membuktikan buah maja Dengan kandungan Lektin dan Quercetin, bukan sekadar minuman sehat, melainkan pelindung dinding lambung yang sangat dibutuhkan saat pola makan kita berubah drastis terutama pada hari raya Idulfitri.

“Berbeda sama yoghurt komersial pada umumnya yang mengandalkan variasi rasa buah populer, GO! MAJA menggunakan keunikan rasa buah itu sendiri, buah Maja selama ini dianggap pahit, produk ini buktikan biodiversitas lokal yang terabaikan dapat diolah menjadi aset kesehatan bernilai tinggi,” jelasnya

Lanjut Ardan keunggulan GO! MAJA pada formulasinya, di mana Greek Yoghurt dipadukan dengan sirup dan jelly sari buah maja murni. “Produk telah melalui uji laboratorium ketat yang disesuaikan dengan jurnal kesehatan terpublikasi, secara ilmiah mengonfirmasi bahwa sari buah maja dalam produk ini efektif dalam meningkatkan imunitas, menangkal radikal bebas, serta menjadi solusi preventif untuk menjaga kesehatan jantung dan sistem pencernaan,” kata Ardan.

Berita Terkait :  Pengalaman Magang Mahasiswa Untag di Bank Mandiri, Belajar Membangun Kepercayaan Lewat Strategi Relationship

Ardan menyampaikan tantangan terbesar mengolah buah maja ialah karakteristik after-taste pahit yang kemudian membuat masyarakat enggan mengonsumsinya. “Melalui teknik fermentasi dikembangkan selama tiga hari oleh tim GO! MAJA, rasa pahit alami berhasil diminimalisir secara signifikan, proses tersebut hanya menghilangkan stigma ‘buah pahit’, tapi justru menonjolkan profil rasa khas buah maja yang kuat dan segar, sehingga perpaduan cita rasa unik yang tetap nyaman di lidah konsumen,” tuturnya.

Dosen School of Business and Management UK Petra, David Kristanto, S.E., M.M., mengukapkan produk telah mendapat antusiasme tinggi dengan terjualnya 120 pouch di lingkungan kampus UK Petra.

“Minuman Probiotik dijual dengan harga Rp 5000 per 50 ml, kini mereka optimis untuk melanjutkan bisnis tersebut secara komersial, karena potensi pasarnya yang menjanjikan, berharap dapat menciptakan produk inovatif berbasis fermentasi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, dan memberikan nilai gizi dan manfaat probiotik,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!