Surabaya, Bhirawa
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur bakal menggelar puncak peringatan Nuzulul Quran 1447 H/2026 M di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Surabaya.
Kegiatan keagamaan yang menjadi agenda rutin tahunan ini akan menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren (PP) Tebu Ireng Jombang, KH Fahmi Amrullah, sebagai penceramah utama.
Selain tausiyah kebangsaan dan keagamaan, dalam agenda tersebut DPD PDI Perjuangan Jatim juga akan menyalurkan santunan kepada 500 anak yatim dan 50 janda dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperdalam makna spiritual sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
“Peringatan Nuzulul Quran ini merupakan agenda rutin DPD PDI Perjuangan Jawa Timur setiap bulan Ramadan. Kebahagiaan harus dibagi bersama, terutama kepada anak-anak yatim dan para janda yang membutuhkan perhatian kita,” ungkap Deni Wicaksono di Surabaya, Selasa (3/3).
Menurut pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim, kehadiran KH Fahmi Amrullah dari PP Tebu Ireng Jombang diharapkan dapat memberikan pencerahan sekaligus memperkuat pesan bahwa nilai-nilai keislaman sejalan dengan semangat kebangsaan dan keadilan sosial yang diperjuangkan partai.
“Melalui tausiyah beliau, kami berharap seluruh kader dan masyarakat yang hadir dapat semakin meneguhkan komitmen untuk menghadirkan politik yang berkeadaban, yang berpihak pada wong cilik, serta menjadikan nilai-nilai Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa DPD PDI Perjuangan Jatim, KH Abdul Wahab Yahya, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar partai dalam merawat harmoni antara nilai religius dan pengabdian sosial.
“Tujuan utama dari agenda ini adalah memperkuat spiritualitas kader dan masyarakat, sekaligus menghadirkan kepedulian nyata. Santunan kepada 500 anak yatim dan 50 janda bukan hanya simbolis, tetapi bentuk komitmen bahwa kebahagiaan di bulan suci harus dirasakan bersama,” tutur KH Abdul Wahab Yahya.
Ia menambahkan bahwa Nuzulul Quran mengajarkan pentingnya keadilan, kasih sayang, dan keberpihakan kepada kaum lemah. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat perjuangan partai dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
“Ramadan adalah momentum untuk memperbaiki diri sekaligus memperluas manfaat bagi sesama. Kami ingin memastikan bahwa DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tidak hanya hadir dalam kerja-kerja politik, tetapi juga dalam kerja-kerja kemanusiaan dan keagamaan,” tegasnya.
Puncak peringatan Nuzulul Quran 2026 ini rencananya akan dihadiri jajaran pengurus DPD, anggota fraksi, kader, simpatisan, serta masyarakat umum.
Dengan mengusung semangat berbagi dan kebersamaan, DPD PDI Perjuangan Jatim berharap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat nilai gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.
Diketahui, setiap hari selama Bulan Ramadan, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui Bamusi membagikan 500 nasi kotak untuk masyarakat, sholat terawih berjamaah, dan buka bersama, serta setiap Jumat membagikan 500 paket sembako untuk masyarakat di Sekitar Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. [geh.dre]


