33 C
Sidoarjo
Friday, March 27, 2026
spot_img

Gedung Bantuan Rp 1 M Kemendikdasmen untuk SMKN 2 Situbondo Diresmikan


Situbondo, Bhirawa
Gedung tiga Ruang Kelas Baru (RKB) milik SMKN 2 Situbondo diresmikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Bondowoso-Situbondo, Drs Slamet Riyadi MPd, Rabu (11/2). Gedung berlantai dua tersebut merupakan hasil bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) RI, tahun 2025 lalu senilai Rp 1 miliar.

Menurut Slamet Riyadi, dirinya patut mengucapkan selamat atas selesainya pengerjaan gedung revitalisasi milik SMKN 2 Situbondo. “Ya, untuk melengkapi sarpras, Pemerintah selalu berusaha untuk membantu SMK. Untuk itu saya selalu meminta agar bantuan revitalisasi harus dibarengi dengan dapodik yang lengkap. Sebab setiap bantuan dari pemerintah itu selalu mengacu pada dapodik yang dimiliki setiap sekolah,” terang mantan PLT Kacabdindik Wilayah Banyuwangi itu.

Slamet meminta kepada setiap sekolah untuk tidak menulis dapodik jika kenyataannya tidak memiliki dapodik. Sebaliknya, imbuh mantan Kepala Smadatara Banyuwangi itu, jika sarana jelek jangan ditulis bagus. “Jangan seperti itu ya sehingga sekolah itu mendapatkan bantuan. Maka itu sekolah harus mengecek dapodik. Tulis lah dapodik itu sesuai yang ada di lapangan, sehingga nanti, mudah mendapatkan bantuan,” tutur Slamet Riyadi.

Masih kata Slamet Riyadi, di SMKN 2 Situbondo ini ternyata masih membutuhkan lima RKB, dari kebutuhan ideal 22 ruang kelas dan kini baru tersedia 17 ruang kelas. “Mudah mudahan kedepan kekurangan lima RKB itu cepat terealisasi. Tentu ini juga di support oleh pengurus komite sekolah,” ujar Slamet Riyadi.

Berita Terkait :  Tingkatkan Akurasi dan Transparansi, DLH Jatim Tinjau Ulang Standar Layanan Izin Laboratorium

Sementara itu Kepala SMKN 2 Situbondo, Suyitno mengakui bantuan itu berasal dari pemerintah pusat melalui Direktorat Pendidikan Menengah pada Kemendikdasmen RI tahun 2025. “Ya tiga RKB ini murni bantuan dari pemerintah pusat senilai pagi Rp 1 miliar yang berada di lantai dua SMKN 2 Situbondo. Ini dikerjakan dengan sistem swakelola,” urai Suyitno.

Masih kata Suyitno, sarana gedung baru milik SMKN 2 Situbondo ini merupakan bantuan revitalisasi tiga RKB yang sudah selesai dibangun dari pemerintah pusat. “Ya sekolah kami ini sebenarnya sarana yang ada masih kurang karena dari 22 rombongan belajar (rombel) masih kurang lima rombel. Kekurangannya kami memakai ruang praktek buat kelas belajar mengajar,” ungkap Suyitno.

Suyitno, juga menerangkan kurangnya lima RKB tersebut tidak sampai mengganggu sistem pembelajaran di SMKN 2 Situbondo. “Untuk pengerjaan gedung kita sengaja mendatangkan perencana dari luar dikarenakan jurusan teknik di kami saat tidak punya. Untuk pengusulan gedung revitalisasi ini mengacu dari dapodik kita. Dari sana kurang apa, dievaluasi oleh Direktorat Pendidikan Menengah. Dan Alhamdulillah kita masuk dalam program revitalisasi tahun 2025,” pungkas pria asli Bondowoso itu.

Dari data yang ada, ikut hadir Kasi SMK, Babinsa Kelurahan Dawuhan, Ketua Komite, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan SMKN 2 Situbondo. [awi.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!