29 C
Sidoarjo
Tuesday, April 7, 2026
spot_img

Gandeng Industri dan Rangkul Disabilitas, Disnakertrans Jatim Buka Pelatihan Kompetensi Tahap 2 di BLK Wonojati


Oleh:
Rachmat Caesar BW, Kota Surabaya

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur, Sigit Priyanto, S.T., M.M., resmi membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap 2 Tahun 2026 di Aula Cemara UPT BLK Wonojati, Malang, Selasa (7/4/2026).

Langkah ini menjadi strategi mempercepat penyerapan tenaga kerja Jawa Timur di tengah dinamika industri yang kian kompetitif.

Dalam sambutannya, Sigit menekankan bahwa ijazah formal saja tidak lagi cukup untuk menembus pasar kerja masa kini. Ia mendorong para peserta untuk menguasai tiga aspek utama sekaligus: pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja (attitude).

“Tantangan dunia kerja 2026 semakin dinamis. Kita tidak hanya butuh SDM yang pintar secara teori, tapi yang benar-benar menguasai keahlian relevan. Saya minta peserta menyerap seluruh ilmu dari instruktur dan menjaga disiplin tinggi,” ujar Sigit di hadapan 80 peserta pelatihan.

Pelatihan tahap ini mencakup lima paket program unggulan, yaitu dua paket Pembuatan Roti dan Kue, satu paket Housekeeping, satu paket Housekeeper (KKNI Jenjang 1), serta satu paket Peracikan Minuman Kopi (Barista).

Ada yang menarik pada pelaksanaan kali ini. Kepala UPT BLK Wonojati, Erna, melaporkan bahwa proses seleksi peserta melibatkan mitra industri secara langsung untuk menjamin keterserapan lulusan.

Salah satunya bekerja sama dengan PT Amanah Migran Indonesia untuk skema penempatan ke luar negeri (Singapura) tanpa biaya (zero cost), serta PT MAO Sukses Berkarya.

Berita Terkait :  Gelar Musrenbang 2025-2029, Pemkab Tuban Rencanakan Pembangunan Partisipatif dan Akuntabel

Selain itu, BLK Wonojati menunjukkan komitmen inklusivitas dengan merangkul dua peserta disabilitas. Melalui kerja sama dengan RS Radjiman Wediodiningrat, satu peserta disabilitas turut bergabung dalam program pelatihan Pembuatan Roti dan Kue.

“Tujuannya jelas, kita ingin mengatasi pengangguran di Jawa Timur, khususnya Malang Raya, dengan mencetak wirausaha mandiri maupun tenaga kerja formal yang siap pakai,” tambah Erna dalam laporannya.

Pelatihan yang dibiayai oleh APBD (DBHCHT dan PAD) ini menerapkan proporsi kurikulum 80 persen praktik dan 20 persen teori. Selama masa pelatihan, para peserta akan mendapatkan bimbingan intensif dari instruktur ahli UPT BLK Wonojati guna mencapai standar kompetensi yang ditetapkan industri. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!