26.3 C
Sidoarjo
Tuesday, January 20, 2026
spot_img

FK Unusa Siap Tingkatkan Jumlah Dokter Spesialis Nasional dengan Dua PPDS Baru


Surabaya, Bhirawa
Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) kebangkan dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mulai tahun akademik 2026 sebagai dari percepatan pemerintah dalam menambah jumlah dokter dan dokter spesialis nasional.

Dua PPDS tersebut adalah Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi serta PPDS Obstetri dan Ginekologi, lah tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas kesempatan pendidikan dokter spesialis di Indonesia, Selasa (20/1).

Dekan FK Unusa, Dr. Handayani, dr., M.Kes., mengatakan adanya peserta PPDS dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga lulusan PPDS nantinya mampu mendukung program pemerintah dalam pemerataan tenaga dokter spesialis, terutama daerah-daerah terpencil dan wilayah yang masih kekurangan tenaga kesehatan.

“Program PPDS dibuka pendaftarannya ketika nanti pembukaan pendaftaran tahun ajaran baru yaitu 2026-2027 Unusa, nanti buka seluas-luasnya, calon peserta didik tidak hanya berasal dari Surabaya dan wilayah sekitarnya,” jelasnya.

Lanjut Handayani menjelaskan selama enam bulan kita siapkan semaunya dengan sangat matang dulu sebelum nantinya dibuka pendaftaran, baik fasilitas hingga dosen pengajarnya. “Seluruh pengembangan diperkuat melalui penerapan student-centered learning, kolaborasi lintas disiplin, inovasi pada bidang kesehatan dan pendidikan digital, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen dan tenaga kependidikan, Unusa aktif membangun jejaring kerja sama dengan pemerintah, industri, serta mitra nasional dan internasional,” tutur Handayani.

Unusa berharap posisinya sebagai kampus Islam modern mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan untuk dapat menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berkelanjutan, dan bermakna bagi Indonesia.

Berita Terkait :  Sabet 5 Penghargaan, Tim Gabungan Pelajar Jatim Berjaya di SEASO 2025

Rektor Unusa Tri Yogi Yuwono menambahkan persetujuan dua PPDS bagian dari program percepatan yang dicanangkan pemerintah, tapi seluruh tahapan tetap melalui prosedur dan kriteria cukup ketat.

“Unusa sempat diminta melakukan perbaikan dalam proses penilaian, beberapa dosen dinilai tidak memenuhi kualifikasi dan harus diganti, serta termasuk pembenahan peralatan laboratorium, tapi sukur lima yang kami rencanakan, dua sudah disetujui,” imbuhnya.

Rektor Unusa siap memperbesar daya tampung jika kebijakan pemerintah direalisasikan penuh, Fakultas Kedokteran Unusa menampung sekitar 150 mahasiswa. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru