30 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Empat Daerah di Wilayah Pasuruan-Probolinggo Raih UHC Awards 2026


Pasuruan, Bhirawa
Empat pemerintah daerah di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, yakni Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo, meraih Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026.

Penghargaan ini diterima atas keberhasilan empat daerah itu memperluas perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melampaui 95 persen.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang UHC Awards 2026 yang diselenggarakan BPJS Kesehatan bersama Pemerintah Pusat di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1) kemarin.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Dina Diana Permata menyampaikan, capaian UHC di empat daerah tersebut per Januari 2026 telah melampaui 95 persen, dengan tingkat keaktifan peserta JKN di atas 80 persen.

Capaian itu didukung komitmen pemerintah daerah dalam pendaftaran dan pembiayaan peserta, khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

“Per Januari 2026, capaian UHC di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan telah melampaui 95 persen, dengan tingkat keaktifan peserta JKN di atas 80 persen. Ini menunjukkan keberlanjutan kepesertaan yang cukup kuat,” ujar Dina Diana Permata, Rabu (28/1).

Menurutnya, ke depan BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan.

“Koordinasi ini penting dilakukan guna menjaga keberlanjutan kepesertaan JKN. Sekaligus, memastikan manfaat layanan kesehatan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” papar Dina Diana Permata.

Berita Terkait :  Pemkab Malang Antisipasi Beras Premium Oplosan di Pasar Tradisional

Di Kabupaten Pasuruan, capaian kepesertaan JKN tercatat mencapai 99,58 persen dengan tingkat keaktifan 83,60 persen dari total 1.673.855 peserta. Kabupaten Pasuruan sendiri meraih penghargaan UHC kategori Madya.

Wakil Bupati (Wabub) Pasuruan, HM Shobih Asrori menyatakan hampir seluruh warga Kabupaten Pasuruan telah terlindungi program JKN.

Pihaknya menilai capaian tersebut sebagai hasil kolaborasi lintas sektor. Mulai dari perangkat daerah, fasilitas kesehatan hingga instansi pelayanan publik.

“Ke depan kami menargetkan peningkatan capaian menuju kategori utama. Yakni, dengan tetap menjaga keaktifan peserta dan kualitas layanan kesehatan,” tegas Gus Shohih, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengungkapkan hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta JKN secara nasional telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif 81,45 persen.

“Dan capaian ini melampaui target nasional dalam RPJMN 2025-2029 dan menunjukkan bahwa JKN telah menjadi instrumen utama negara dalam menjamin perlindungan kesehatan yang adil dan merata,” kata Ghufron Mukti.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan program JKN adalah implementasi langsung amanat UUD 1945 untuk menjamin hak dasar warga negara di bidang kesehatan.

“Tujuan utama JKN adalah memastikan masyarakat tidak jatuh miskin hanya karena sakit. Kesehatan adalah fondasi stabilitas dan keberlanjutan bangsa,” jelas Abdul Muhaimin Iskandar.

Berita Terkait :  Delegasi APEKSI Naik Becak Susuri Jalan Dhoho Kota Kediri, Disambut Keramahan Warga

Muhaimin menambahkan, pemerintah menargetkan cakupan kepesertaan JKN mencapai 99 persen penduduk pada 2029.

“Kami menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan dan keaktifan peserta, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” imbuh Abdul Muhaimin Iskandar. [hil.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru