Sumenep, Bhirawa
DPRD Kabupaten Sumenep meminta pemerintah daerah segera merealisasikan program pengadaan buku untuk Perpustakaan Daerah (Perpusda). Langkah tersebut dinilai penting untuk menambah variasi bahan bacaan sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Sami’oeddin, mengatakan pengadaan buku harus segera dilaksanakan agar koleksi bacaan di Perpusda semakin beragam dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas yang hendak membaca. “Terutama untuk kalangan pelajar dan mahasiswa,” kata Sami’oeddin, Senin (09/3).
Selain itu, pihaknya juga mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Sumenep agar lebih maksimal dalam mengelola dan mengembangkan perpustakaan daerah.
Menurutnya, berbagai inovasi perlu dilakukan agar masyarakat semakin tertarik berkunjung dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan. “Dinas terkait harus melakukan berbagai inovasi agar masyarakat tertarik berkunjung ke perpustakaan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Sumenep, Rudi Yuyianto mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan buku pada tahun ini.
Program tersebut bertujuan melengkapi koleksi bahan bacaan di perpustakaan daerah. Anggaran pengadaan buku pada tahun ini mencapai Rp 67 juta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 60 juta. Namun demikian, ia menjelaskan bahwa rencana pengadaan buku saat ini masih dalam tahap perencanaan. “Masih dalam tahap perencanaan. Biasanya realisasi pembelanjaannya pada triwulan keempat,” kata Rudi.
Ia menambahkan, pengadaan buku tahun ini kemungkinan masih difokuskan pada buku fisik seperti tahun sebelumnya. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran sekaligus efisiensi. Koleksi buku digital yang tersedia di Perpustakaan Daerah Jawa Timur maupun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sudah cukup lengkap dan dapat diakses masyarakat secara daring. “Apalagi koleksi buku digital yang dimiliki Perpustakaan Daerah Jawa Timur dan Perpustakaan Nasional RI sudah sangat lengkap dan mudah diakses masyarakat,” imbuhnya.
Ia berharap, perencanaan tersebut dapat terealisasi sesuai harapan bersama. Karena, pemerintah daerah dan masyarakat sendiri memiliki tujuan yang sama dalam pengayaan pengetahuan melalui bacaan buku tersebut. “Semoga pengadaan buku nanti sesuai harapan, terutama soal waktu,” harapnya. [sul.wwn]


