29 C
Sidoarjo
Monday, February 9, 2026
spot_img

DPRD Gresik Dorong Pembentukan UPT URC Wilayah untuk Penanganan Jalan Berlubang

DPRD Gresik, Bhirawa
Dirasa belum maksimal, kinerja Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik. Dalam melakukan tambal sulam perbaikan jalan yang berlubang, DPRD desak pemkab untuk pemetaan (mapping) wilayah. Agar bisa lebih maksimal dalam melayani keluhan masyarakat, bisa segera teratasi.

Wakil Ketua III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, bahwa untuk total panjang jalan kabupaten mencapai sekitar 566 kilometer.

Dan mustahil seluruh persoalan diselesaikan hanya dengan program peningkatan, dan pembangunan jalan. Keberadaan URC dinilai efektif menjawab keluhan masyarakat, namun belum maksimal karena dinilai lambat.

“Mendorong adanya pemetaan (mapping) wilayah, untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) URC di beberapa zona seperti wilayah selatan, tengah, barat, dan utara. Dengan begitu, penanganan kerusakan jalan akan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Tambal sulam memang program yang dicanangkan Pemkab Gresik, karena panjangnya jalan di Kabupaten Gresik. Tidak bisa diselesaikan hanya dengan peningkatan maupun pemeliharaan, dan hadirnya skema URC untuk menangani persoalan kerusakan kecil yang dirasakan masyarakat. Jadi belum berdapak luas dari hasil yang dirasakan, sebab masih banyak jalan yang berlubang belum bisa di selesaikan.

“Kalau ada UPT per wilayah, laporan bisa langsung ditangani sesuai zona. Saat ini petugas yang berkonsentrasi di wilayah tengah harus menempuh perjalanan jauh ke selatan, sehingga memakan waktu lama. Apalagi kondisi di lapangan belum didukung lembur, sehingga waktu kerja ikut terbatas,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Ketua PWNU Jatim Ajak Muhasabah Akhir Tahun 2024

Meski apresiasi terhadap tingkat respons URC, dinilai cepat saat menerima laporan masyarakat. Itupun kebanyakan laporan harus di viralkan dahulu, atau ada sidak dari DPRD.

Dan pekerjaan mentup yang berlubang, sehingga kualitas juga di ragukan tidak bisa berjalan lama. Jika keba hujan atau banjir, atau truk muatan lebih berat juga akan ambles dan mengakibatkan berlubang.

Ditambahkan Abdullah Hamdi, bahwa kalau ada UPT per wilayah laporan bisa langsung ditangani sesuai zona. Untuk anggaran, pagu pemeliharaan jalan pada 2026 direncanakan meningkat menjadi sekitar Rp65 miliar. Naik dari anggaran tahun ini yang berada pada kisaran Rp45 miliar. Kenaikan Rp20 miliar, diharapkan berdampak signifikan pada peningkatan kualitas jalan. [kim.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru