PBB/New York, Bhirawa
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Rabu (11/3), mengadopsi resolusi yang dirancang Bahrain berisi tuntutan agar Iran mengakhiri serangan terhadap negara-negara Teluk.
Namun demikian, resolusi tersebut tidak menyebutkan perihal serangan militer dari Amerika Serikat dan Israel terhadap negara Republik Islam tersebut, demikian menurut laporan koresponden RIA Novosti.
Tiga belas negara memberikan suara mendukung dokumen tersebut, sementara Rusia dan China abstain.
Resolusi tersebut mengecam serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania, serta menuntut agar serangan tersebut segera dihentikan.
Resolusi itu juga tidak menyebutkan agresi AS dan Israel, bahkan tidak menyerukan kedua negara tersebut untuk menghentikan serangan terhadap Iran.
Pada Selasa (10/3), Perwakilan Tetap Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengkritik dokumen tersebut, dengan menyatakan bahwa beberapa anggota Dewan berusaha membalikkan peran dan posisi korban dan agresor.
Pada Rabu sore, Dewan tersebut dijadwalkan melakukan pemungutan suara atas resolusi Dewan Keamanan PBB rancangan Rusia yang menyerukan gencatan senjata di Timur Tengah.
Deputi Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB Anna Evstigneeva mengatakan bahwa resolusi DK PBB yang dirancang Rusia terkait konflik Timur Tengah itu bersifat non-konfrontatif, tidak seperti dokumen rancangan Bahrain.
Iran menyerang wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
Hari pertama aksi militer AS dan Israel itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan mengebom sebuah sekolah perempuan di Iran selatan. Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat serangan hingga saat ini mencapai lebih dari 1.300 orang.[ant.kt]


